Ikuti Kami :

Disarankan:

LSMI Tasikmalaya Tampil Memukau di Malam Puncak Dies Natalis Ke-79 HMI

Senin, 02 Maret 2026 | 19:25 WIB
LSMI Tasikmalaya Tampil Memukau di Malam Puncak Dies Natalis Ke-79 HMI
LSMI Tasikmalaya Tampil Memukau di Malam Puncak Dies Natalis Ke-79 HMI. Foto: Istimewa

Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) Tasikmalaya tampil memukau dalam Malam Puncak Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar oleh Pengurus Besar (PB) HMI, Minggu (1/3/2025), di SMESCO Convention Hall.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) Tasikmalaya tampil memukau dalam Malam Puncak Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar oleh Pengurus Besar (PB) HMI, Minggu (1/3/2025), di SMESCO Convention Hall.

Dalam momentum nasional tersebut, LSMI Tasikmalaya mempersembahkan dua karya, yakni monolog reflektif dan musikalisasi puisi kontemporer. Penampilan itu mendapat apresiasi dari para kader dan tamu undangan yang hadir.

Direktur Eksekutif LSMI Tasikmalaya, Cepi Sultoni, menyebut bahwa kehadiran LSMI bukan sekadar suguhan artistik, melainkan bentuk pernyataan sikap kultural di tengah dinamika sosial-politik yang terus berkembang.

“Di tengah dinamika sosial-politik yang kerap bising, kader LSMI Tasikmalaya hadir melalui seni sebagai medium kesadaran, menghadirkan kritik, harapan, sekaligus peneguhan nilai,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Cepi mengaku bangga atas capaian tersebut. Ia mengingat kembali momentum sebelumnya saat tampil solo membawakan karya berjudul 1947 dalam agenda PB HMI. Namun kali ini, menurutnya, kebahagiaan terasa lebih mendalam karena dapat tampil bersama rekan-rekan LSMI Tasikmalaya di panggung nasional.

“Dulu saya tampil sendiri menyanyikan karya saya. Tapi kemarin, saya merasa jauh lebih senang, bahagia, dan bangga. Bahkan mata saya berkaca-kaca karena bisa membawa rekan-rekan LSMI Tasikmalaya tampil bersama di malam puncak ini,” ungkapnya.

Bagi LSMI, panggung nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen ideologis untuk terus berproses dalam berkarya, berkesenian, dan ber-HMI. Cepi menegaskan, kader HMI tidak hanya identik dengan aksi demonstrasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan serta kontribusi kebudayaan.

“Perjuangan tidak hanya diwujudkan dalam orasi, tetapi juga dalam karya. Merawat seni dan budaya adalah bagian dari ikhtiar membangun peradaban,” tegasnya.

Pasca tampil di ajang nasional ini, LSMI Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan gebrakan baru dalam gerak kesenian dan kebudayaan. Organisasi ini ingin tetap menjadi ruang lahirnya insan akademis, insan pencipta, dan insan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab terhadap terwujudnya masyarakat adil dan makmur.

Acara Dies Natalis ke-79 HMI tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ahmad Muzani dan Bahlil Lahadalia, yang turut menjadi penanda bahwa dialektika kader HMI terus bergerak dari ruang intelektual hingga ruang strategis kebangsaan.

“Agenda ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang konsolidasi ideologis dan pertemuan lintas generasi kader dalam merumuskan arah perjuangan ke depan. Kehadiran HMI tetap hidup, tumbuh, dan berkontribusi,” pungkas Cepi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement