BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Desa Cibeureum, yang terletak di Kecamatan Banjar, Kota Banjar, terus membuktikan diri sebagai wilayah yang kaya akan Sumber Daya Manusia (SDM) kreatif dan inovatif. Beragam pernak-pernik serta aksesori bernilai jual tinggi sukses diproduksi warga setempat dengan memanfaatkan limbah bahan baku alam.
Salah satu perajin yang konsisten menggeluti usaha kreatif ini adalah Yayan Sutisna. Pria asal Dusun Pasirnagara ini telah merintis usahanya sejak tahun 2010 silam. Langkah tersebut diambil berkat melimpahnya potensi bahan alam di lingkungannya, seperti tempurung kelapa, bambu, hingga buah labu.
"Usaha ini bermula dari melimpahnya bahan baku lokal seperti bambu, kelapa, dan buah labu di sekitar rumah. Produk yang dibuat antara lain cangkir, tas, hingga kempis atau wadah air minum tradisional. Ratusan produk sudah terjual, di mana sekitar 95 persen pemesanan dilakukan secara online yang saya kelola mandiri, sedangkan sisanya dibeli langsung oleh pemesan yang datang ke rumah," ujar Yayan saat ditemui awak media, Sabtu (1/8/2026).
Aneka produk kerajinan tangan ramah lingkungan tersebut dilepas ke pasaran dengan harga yang terjangkau, berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 45.000 per buah.
Menyinggung soal tantangan, Yayan mengakui bahwa keterbatasan modal sempat menjadi kendala utama sejak awal berdiri. Namun, berkat sokongan bantuan peralatan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cibeureum serta permodalan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar melalui dinas terkait, roda usahanya dapat terus bertahan dan berkembang pesat.
Sementara itu, Kepala Desa Cibeureum, Yayan Sukirlan, membenarkan bahwa pihak pemdes telah menyalurkan bantuan sarana berupa peralatan produksi sejak tahun 2014. Bantuan tersebut terbukti ampuh menjaga keberlanjutan usaha perajin hingga kebanjiran pesanan dari konsumen luar daerah hingga mancanegara.
"Pemerintah Desa Cibeureum menyerahkan bantuan alat pada tahun 2014 sehingga usaha ini mampu bertahan dan kini kebanjiran pesanan. Selain itu, perajin juga memperoleh fasilitasi bantuan dari Pemkot Banjar melalui Dinas KUKMP. Pihak dinas pun rutin mengikutsertakan produk kerajinan ini dalam ajang pameran, baik di tingkat kota hingga jenjang provinsi," terang Yayan Sukirlan.
Ia menegaskan, optimalisasi limbah alam oleh SDM yang kreatif merupakan wujud nyata pemberdayaan masyarakat desa yang terbukti mampu mendongkrak perekonomian warga. Dampak positif serta keuntungan ekonomi dari rantai produksi ini pun tidak hanya dinikmati oleh sang perajin, melainkan turut dirasakan oleh warga sekitar yang terlibat dalam penyediaan bahan baku.