Ikuti Kami :

Disarankan:

Minyakita Langka di Ciamis, Satgas Pangan Temukan Penjualan di Atas HET Saat Sidak Pasar

Jumat, 24 April 2026 | 14:43 WIB
Watermark
Minyakita Langka di Ciamis, Satgas Pangan Temukan Penjualan di Atas HET Saat Sidak Pasar. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Kelangkaan minyak goreng subsidi Minyakita mulai dirasakan di Kabupaten Ciamis. Kondisi ini mendorong Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Manis Ciamis, Jumat (24/4/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Kelangkaan minyak goreng subsidi Minyakita mulai dirasakan di Kabupaten Ciamis. Kondisi ini mendorong Satuan Tugas (Satgas) Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Manis Ciamis, Jumat (24/4/2026).

Dalam sidak tersebut, tim menemukan adanya pedagang yang menjual Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, produk yang dijual juga diduga menggunakan kemasan yang tidak sesuai standar.

Ketua Satgas Pangan Kabupaten Ciamis yang juga Kasat Reskrim Polres Ciamis, Carsono, mengatakan pihaknya bersama dinas terkait telah menyisir sejumlah kios dan warung untuk memastikan ketersediaan Minyakita.

“Hasilnya, sebagian besar pedagang tidak memiliki stok Minyakita. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog terkait kondisi ini,” ujarnya.

Namun, dalam penelusuran di lapangan, tim menemukan satu pedagang yang menjual Minyakita kemasan 1 liter dengan harga Rp19.000, jauh di atas HET Rp15.000 per liter.

“Atas temuan tersebut, kami langsung memberikan teguran dan akan mendalami asal-usul barang tersebut, termasuk jalur distribusinya,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Minyakita yang dijual diduga berasal dari luar daerah. Satgas Pangan pun akan menelusuri lebih lanjut sumber distribusinya untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran.

Terkait kelangkaan, Carsono menjelaskan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Bulog, stok Minyakita di Ciamis saat ini diduga terserap untuk program distribusi Bantuan Pangan (Banpang).

“Dimungkinkan stok Minyakita digunakan untuk penyaluran bantuan pangan, sehingga pasokan di pasar menjadi terbatas,” jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Satgas Pangan akan mengambil langkah strategis, mulai dari pengawasan distribusi, koordinasi dengan pemerintah daerah, hingga penindakan hukum terhadap pelaku penimbunan atau permainan harga.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi pelanggaran.

“Jika ada dugaan penimbunan atau penjualan tidak sesuai aturan, segera laporkan. Kami akan tindak tegas,” tandasnya.

Sementara itu, kelangkaan Minyakita juga dikeluhkan para pedagang. Yani (45), salah satu pedagang di Pasar Manis Ciamis, mengaku sudah dua pekan tidak menerima pasokan.

“Biasanya seminggu sekali dapat kiriman sekitar 50 karton, tapi dua minggu terakhir kosong. Bahkan sebelumnya sempat berkurang jadi 25 karton,” ungkapnya.

Akibat stok yang kosong, pedagang terpaksa menjual minyak curah sebagai alternatif dengan harga Rp22 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat pembeli kesulitan mendapatkan minyak goreng subsidi dengan harga terjangkau.

“Pembeli setiap hari nanya, tapi barangnya tidak ada. Harapannya distribusi bisa segera normal lagi,” tambahnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement