Ikuti Kami :

Disarankan:

Musisi Tasikmalaya Tjepi Rilis 'Singgasana', Lagu Kritik Sosial tentang Kekuasaan dan Suara Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 09:34 WIB
Musisi Tasikmalaya Tjepi Rilis 'Singgasana', Lagu Kritik Sosial tentang Kekuasaan dan Suara Rakyat
Musisi Tasikmalaya Tjepi Rilis 'Singgasana', Lagu Kritik Sosial tentang Kekuasaan dan Suara Rakyat. Foto: Istimewa

Musisi solo asal Tasikmalaya, Tjepi, merilis lagu terbaru berjudul Singgasana yang mengangkat kritik sosial tentang kekuasaan, janji politik, dan kehidupan rakyat.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Musisi solo asal Tasikmalaya, Tjepi, kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk "Singgasana", sebuah lagu yang sarat kritik sosial mengenai kekuasaan, janji politik, serta realitas kehidupan masyarakat.

Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang lebih identik dengan nuansa akustik sederhana, kali ini Tjepi tampil dengan warna musik yang lebih kuat melalui aransemen penuh instrumen. Meski demikian, karakter vokal khas yang menjadi ciri dirinya tetap dipertahankan dalam lagu tersebut.

Melalui lirik-lirik yang tajam, "Singgasana" menggambarkan kontras antara mereka yang berada di puncak kekuasaan dan masyarakat yang masih berjuang menghadapi berbagai persoalan hidup.

Pada bagian awal lagu, Tjepi menggunakan simbol singgasana atau tahta sebagai metafora untuk menggambarkan jarak antara penguasa dan rakyat.

"Mereka duduk di singgasana kawan/Tertawa sambil menghitung angka/Di luar sana rakyat sengsara/Dijanjikan bahagia diberi derita," demikian penggalan lirik pembuka lagu tersebut.

Kritik sosial semakin terasa pada bait berikutnya yang menyoroti ketidaksesuaian antara janji dan kenyataan yang dirasakan masyarakat.

"Di atas tahta mereka berpesta/Di bawah sini kami meronta/Janji manis dusta berbisa/Berulang lagi tiada habisnya," tulis Tjepi dalam liriknya.

Tidak hanya menghadirkan kritik melalui lagu, Tjepi juga menyisipkan puisi di tengah komposisi musik. Bagian ini menjadi salah satu elemen yang membedakan "Singgasana" dari karya-karya sebelumnya.

Dalam puisi tersebut, ia melontarkan pertanyaan reflektif mengenai arah dan tujuan kekuasaan, sekaligus mengajak pendengar untuk lebih kritis dalam memandang berbagai persoalan sosial.

Pesan yang paling menonjol muncul melalui seruan agar masyarakat tidak hanya berani bersuara, tetapi juga berani berpikir secara kritis terhadap kondisi yang terjadi di sekitarnya.

Meski mengangkat tema kritik sosial, Tjepi menegaskan bahwa lagu tersebut bukan bentuk kebencian terhadap bangsa atau negara. Sebaliknya, kritik yang disampaikan lahir dari kepedulian dan kecintaan terhadap negeri.

Sebagai musisi independen, Tjepi dikenal aktif menggunakan musik sebagai medium penyampaian gagasan dan refleksi sosial. Selain berkarya di dunia musik, ia juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSM) HMI Cabang Tasikmalaya.

Menurutnya, seni dan musik memiliki peran penting dalam membuka ruang dialog serta menyampaikan keresahan yang dirasakan masyarakat.

"Lagu Singgasana sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital," ujar Tjepi, Senin (21/9/2026).

Dengan tema yang kuat dan aransemen yang berbeda dari karya sebelumnya, "Singgasana" menjadi salah satu karya terbaru Tjepi yang menawarkan perpaduan antara musik, puisi, dan refleksi sosial dalam satu sajian.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement