Ikuti Kami :

Disarankan:

Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Tasikmalaya Fokus Tangani Sampah, Banjir dan Penguatan Ekonomi

Kamis, 02 April 2026 | 19:19 WIB
Watermark
Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Tasikmalaya Fokus Tangani Sampah, Banjir dan Penguatan Ekonomi. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 tingkat kota di Aula Bappelitbangda, Kamis (2/4/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 tingkat kota di Aula Bappelitbangda, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, serta dihadiri unsur Forkopimda, para kepala OPD, tokoh masyarakat, hingga mantan Wali Kota Tasikmalaya.

Mengusung tema Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Publik untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyaraka, forum ini menjadi ajang penting dalam merumuskan arah pembangunan Kota Tasikmalaya ke depan.

Dalam pemaparannya, Viman mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang akan menjadi fokus utama pembangunan tahun 2027. Tiga isu prioritas yang disorot yakni penanganan sampah, pengendalian banjir, serta peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Kita harus menyelesaikan persoalan sampah, mengatasi banjir, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui potensi daerah,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Tasikmalaya juga menetapkan sejumlah prioritas pembangunan lainnya, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kehidupan sosial yang religius dan berbudaya, serta pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berdaya saing.

Pemerintah juga menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, pembangunan infrastruktur yang merata, serta pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor.

Viman menambahkan, pendekatan pembangunan juga akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kecamatan. Hal ini bertujuan agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Di sektor ketahanan pangan, Pemkot Tasikmalaya berupaya memaksimalkan potensi lokal, termasuk dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

“Anggaran MBG cukup besar, sekitar Rp300 miliar per tahun. Kami ingin perputaran ekonominya terjadi di Kota Tasikmalaya, termasuk suplai bahan pangan dari daerah sendiri,” jelasnya.

Lebih jauh, Viman menekankan pentingnya revitalisasi sumber daya manusia sebagai bagian dari pembangunan, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.

“Kita harus fokus pada dampak yang dirasakan masyarakat. Pembangunan harus memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

Ia juga mengakui bahwa saat ini Pemkot Tasikmalaya tengah menghadapi tantangan fiskal. Namun, pihaknya optimistis dengan strategi yang tepat, kemampuan keuangan daerah dapat meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita sedang berproses. Tahun 2026-2027 ini fase penataan, dan diharapkan pada 2028-2029 kita bisa lebih kuat dalam membangun daerah,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement