Wawali Kota Tasikmalaya Soroti Ketidakjelasan Tol Getaci, Investor Disebut Mulai Menarik Diri
Ketidakpastian pembangunan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) dinilai berdampak pada menurunnya minat investasi di Kota Tasikmalaya.
Disarankan:
Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya kian memanas. Pergantian kepengurusan di dua Pengurus Anak Cabang (PAC), yakni Indihiang dan Cipedes, memicu polemik di kalangan kader.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya kian memanas. Pergantian kepengurusan di dua Pengurus Anak Cabang (PAC), yakni Indihiang dan Cipedes, memicu polemik di kalangan kader.
Perubahan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPW PPP Jawa Barat Nomor 015/SK/DPW/K/III/2026 tertanggal 9 Maret 2026, yang mengatur perombakan struktur kepengurusan PAC, khususnya di wilayah Indihiang.
Dalam SK terbaru, posisi Ketua PAC Indihiang yang sebelumnya dijabat Sonny Senjaya digantikan oleh Buloh Hasbulloh sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua. Sementara itu, jabatan Sekretaris kini diisi Ari Supriatna, dan Bendahara dipercayakan kepada Yayat Ruhiyat.
Perubahan serupa juga terjadi di PAC Cipedes. Posisi Sekretaris yang sebelumnya dipegang Sri Sugiarti kini digantikan oleh Plt Trisna Ruhyan, sementara Ketua dan Bendahara tidak mengalami perubahan.
SK tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Sekretaris Agus Solihin, lengkap dengan cap resmi organisasi.
Isu “Meninggal Dunia” Picu Kegaduhan
Meski secara administratif perubahan ini terkesan sebagai bagian dari dinamika organisasi, situasi di lapangan justru berkembang menjadi polemik. Hal ini dipicu oleh beredarnya isu yang menyebut pergantian dilakukan karena pengurus sebelumnya disebut meninggal dunia.
Kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak yang bersangkutan.
Sonny Senjaya mengaku terkejut dengan adanya pergantian tersebut, terlebih munculnya kabar yang menyebut dirinya telah meninggal dunia.
“Saya sangat kaget. Tiba-tiba ada pergantian, bahkan muncul kabar saya meninggal dunia. Padahal saya masih aktif menjalankan tugas sebagai Ketua PAC,” ujarnya.
Ia menegaskan, selama menjabat dua periode, dirinya tidak pernah melakukan pelanggaran organisasi. Karena itu, ia mempertanyakan dasar pergantian yang dinilai tidak transparan.
“Kalau memang ada alasan organisatoris, seharusnya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesan yang tidak baik,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Sri Sugiarti, yang sebelumnya menjabat Sekretaris PAC Cipedes. Ia mengaku tidak mengetahui alasan pergantian tersebut.
“Saya masih aktif dan masih memiliki SK. Tiba-tiba diganti, tentu saya kaget dan merasa prihatin,” ungkapnya.
DPC Tegaskan Berdasarkan Verifikasi Organisasi
Menanggapi polemik yang berkembang, Plt Sekretaris DPC PPP Kota Tasikmalaya, Hilman Wiranata, menegaskan bahwa pergantian kepengurusan bukan disebabkan isu yang beredar, melainkan hasil verifikasi organisasi.
Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi DPW PPP Jawa Barat sejak pelaksanaan Mukerwil di Cirebon pada November 2025.
“Perubahan ini bukan karena meninggal dunia. Ini hasil evaluasi karena ada tugas-tugas organisasi yang tidak dijalankan secara optimal,” tegas Hilman.
Menurutnya, proses verifikasi telah dilakukan sejak Desember 2025, termasuk pemberian tenggat waktu serta pemanggilan kepada pengurus PAC yang belum melengkapi administrasi.
“Hasil rapat di tingkat PAC kemudian merekomendasikan adanya pergantian, lengkap dengan berita acara, absensi, dan dokumentasi,” jelasnya.
Dinilai Sarat Kepentingan Jelang Muscab
Hilman juga menegaskan bahwa perubahan serupa tidak hanya terjadi di Kota Tasikmalaya, melainkan di berbagai daerah di Jawa Barat sebagai bagian dari penataan organisasi menjelang verifikasi partai menuju Pemilu 2029.
Namun demikian, di internal partai, pergantian ini tetap menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, waktu perubahan dinilai terlalu dekat dengan agenda Muscab PPP Kota Tasikmalaya yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026.
Sebagai informasi, PAC memiliki peran strategis dalam Muscab karena masing-masing memiliki hak suara dalam menentukan formatur kepengurusan DPC.
Kondisi ini membuat pergantian kepengurusan PAC menjelang Muscab kerap dipandang bukan sekadar persoalan administratif, melainkan juga berkaitan dengan dinamika politik internal.
Hingga saat ini, polemik belum sepenuhnya mereda. Suhu politik di tubuh PPP Kota Tasikmalaya pun diprediksi akan terus menghangat menjelang pelaksanaan Muscab.
Ketidakpastian pembangunan proyek Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) dinilai berdampak pada menurunnya minat investasi di Kota Tasikmalaya.
Penerapan uji coba Car Free Day (CFD) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya pada Rabu (15/4/2026) menghadirkan kisah inspiratif.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai memberlakukan uji coba Car Free Day (CFD) khusus bagi aparatur sipil negara (ASN), Rabu (15/4/2026).