Ikuti Kami :

Disarankan:

Operasi Ketupat Lodaya 2026 Berakhir, Polres Tasikmalaya Kota: Angka Kecelakaan Turun Signifikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 14:02 WIB
Watermark
Operasi Ketupat Lodaya 2026 Berakhir, Polres Tasikmalaya Kota: Angka Kecelakaan Turun Signifikan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 oleh jajaran Polres Tasikmalaya Kota berlangsung sukses. Operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tersebut digelar selama hampir dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 oleh jajaran Polres Tasikmalaya Kota berlangsung sukses. Operasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tersebut digelar selama hampir dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Meski operasi resmi telah berakhir, aparat kepolisian tetap bersiaga di lapangan dengan melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus balik Lebaran tahap kedua yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.

Selama pelaksanaan operasi, Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas, baik saat arus mudik maupun arus balik.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, mengungkapkan bahwa tren kecelakaan tahun ini menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun ini ada penurunan dibandingkan tahun lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/3/2026).

Meski demikian, pihaknya belum merinci persentase penurunan angka kecelakaan, khususnya di wilayah rawan seperti Jalur Gentong Tasikmalaya yang kerap menjadi titik krusial saat musim mudik.

Riki menjelaskan, pada Operasi Ketupat tahun sebelumnya tercatat empat kejadian kecelakaan, sedangkan pada tahun 2026 hanya terjadi satu kejadian. Bahkan, tidak ada kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.

“Intinya menurun. Tahun lalu ada empat kejadian, sekarang hanya satu. Tidak ada yang fatal sampai meninggal dunia, mayoritas kecelakaan ringan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa secara umum pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lancar. Berbagai rekayasa lalu lintas telah diterapkan secara optimal, seperti sistem satu arah (one way) dan contraflow, guna mengurai kepadatan kendaraan.

“Walaupun Operasi Ketupat sudah selesai, kami tetap siaga di jalur melalui KRYD untuk mengantisipasi puncak arus balik kedua pada 28–29 Maret. Apalagi hari Senin aktivitas sekolah sudah kembali normal,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement