Ikuti Kami :

Disarankan:

Pelayanan RSUD Kota Banjar Viral di TikTok, Pengunggah Pertanyakan Layanan Pasien BPJS Kesehatan

Selasa, 15 September 2026 | 17:05 WIB
Pelayanan RSUD Kota Banjar Viral di TikTok, Pengunggah Pertanyakan Layanan Pasien BPJS Kesehatan
Pelayanan RSUD Kota Banjar Viral di TikTok, Pengunggah Pertanyakan Layanan Pasien BPJS Kesehatan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Sukirman.

Pelayanan RSUD Kota Banjar viral di TikTok usai akun @manusiaplural pertanyakan biaya korset pasien BPJS. Pihak RSUD dijadwalkan beri klarifikasi esok hari.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar mendadak menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul beredarnya video kritik dari akun TikTok @manusiaplural yang membeberkan pengalaman keluarganya saat menjalani perawatan medis menggunakan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Dalam video yang viral di media sosial tersebut, pengunggah menyayangkan adanya perbedaan perlakuan antara pasien umum dan pasien peserta BPJS Kesehatan. Padahal, status rumah sakit daerah menuntut pelayanan yang setara dan maksimal.

"RSUD ini merupakan BLUD, Badan Layanan Umum Daerah yang mestinya melayani masyarakat di dalam pengobatan secara maksimal. Tidak membeda-bedakan pasien umum ataupun pakai BPJS," ujar pengunggah dalam videonya. 

Sorotan utama pengunggah bermula saat neneknya berobat dan menjalani rawat inap akibat jatuh. Dokter spesialis yang menangani merekomendasikan pasien untuk menggunakan korset medis. Namun, pihak keluarga terkejut ketika mengetahui adanya biaya tambahan yang dibebankan untuk alat tersebut.

"Kemarin nenek saya itu berobat di sana, dirawat di sana karena jatuh. Rekomendasi dokter harus pakai korset. Ketika ditanyakan lagi, 'Ada, tapi mesti bayar. Nilainya 400 sampai 600.000. Ini gimana? Ini pasien BPJS dan itu korset sudah harusnya di-cover sama BPJS,'" ungkapnya.

Pengunggah menegaskan bahwa kewajiban membayar iuran bulanan BPJS Kesehatan telah dipenuhi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pasien menerima hak pelayanan kesehatan secara utuh tanpa penarikan biaya yang dinilai memberatkan.

"Kita ini sebagai masyarakat membayar BPJS agar ketika kita berobat itu gratis. Bukan harus bayar. Kita sudah menyetorkan kewajiban, kita pun harus menerima hak yang harus kita dapatkan, layanan kesehatan gratis. Lain kudu bayar, komo mahal 400 sampai 600.000 korsetna," jelasnya.

Unggahan video tersebut menuai beragam respons dari warganet. Kolom komentar diramaikan oleh pengakuan netizen mengenai prosedur yang dinilai berbelit hingga perbedaan perlakuan antara pasien umum dan BPJS, meski sebagian warganet lain turut membagikan pengalaman positif mereka.

Hingga naskah ini diturunkan, pihak RSUD Kota Banjar belum memberikan tanggapan resmi terkait video viral tersebut. Rencananya, klarifikasi dan keterangan resmi akan disampaikan oleh manajemen rumah sakit esok hari.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement