Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemain Cibeureum U-40 Tumbang saat Laga Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Cup, H Wahid: Meninggal di Rumah Sakit

Senin, 21 September 2026 | 12:32 WIB
Pemain Cibeureum U-40 Tumbang saat Laga Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Cup, H Wahid: Meninggal di Rumah Sakit
Pemain Cibeureum U-40 Tumbang saat Laga Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Cup, H Wahid: Meninggal di Rumah Sakit.

Kronologi lengkap meninggalnya Ahid Ali Hasbi (43), pemain Cibeureum U-40 usai pingsan di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya (20/9/2026). Turnamen dihentikan & diganti laga amal.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Duka mendalam menyelimuti ajang turnamen sepak bola Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Antarkecamatan U-40 2026. Seorang pemain dari tim Kecamatan Cibeureum, Ahid Ali Hasbi (43), meninggal dunia usai mendadak pingsan dan terjatuh di tengah lapangan Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (20/9/2026) siang.

Insiden tersebut terjadi sekira pukul 11.30 WIB, tepatnya pada babak delapan besar yang mempertemukan tim Kecamatan Cibeureum melawan Kecamatan Kawalu Putih, saat pertandingan babak kedua baru berjalan sekitar lima menit.

Berdasarkan keterangan saksi mata di tribun stadion serta konfirmasi pihak panitia, almarhum yang berdomisili di Negla Kaler, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum, tiba-tiba ambruk tanpa adanya benturan atau kontak fisik dengan pemain lawan.

Ketua DPD PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd., membenarkan kronologi jatuhnya korban di tengah laga yang sedang berlangsung tersebut.

"Memang almarhum sedang maen bola stelah mengoper bola terus berjalan sekitar 3-4 langkah, tidak ada sentuhan karena agak jauh dengan lawan langsung terjatuh," ujar H. Wahid saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Wahid menceritakan, sebelum memasuki babak kedua, almarhum sempat ditanya oleh tim official mengenai kondisi fisiknya. Namun, almarhum menyatakan masih siap bertanding.

"Dari posisi dia pingsan itu lagi tidak pegang bola, tidak ada sentuhan apapun. Itu babak kedua baru lima menitan, sempat ditanya, diganti gak? Gaskeun kuat begitu ngobrolnya," ungkap Wahid.

Wahid menambahkan bahwa almarhum mendadak terjatuh sesaat setelah melepaskan umpan (passing) ke rekan setimnya.

"Kebetulan saya ada di lokasi, walaupun tidak di bawah, tapi di tribun. Dan memang tidak melihat secara langsung ketika jatuhnya, tapi memang ketika posisi melihat sudah jatuh memang jauh juga dengan lawan. Dan ternyata betul dikonfirmasi memang habis passing ke teman, sekitar 3 sampai lima langkah langsung terjatuh," beber Wahid.

Melihat korban terkapar di pinggir lapangan, wasit langsung memanggil tim medis darurat. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) panitia, petugas medis dari Puskesmas Karanganyar Kawalu yang bertugas hari itu langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi.

"Kebetulan posisinya tidak jauh dari pinggir lapangan, wasit pun langsung menyuruh tim medis, dan kebetulan panitia SOP tim medis yg kemarin digilir dari dinas kesehatan, kemarin dari puskesmas Karanganyar Kawalu. Karena posisi tim medis hanya pertolongan pertama, langsung dibawa ke RSUD, dan posisi di lapang beliau itu masih ada, masih bernafas dan ada official mengantar ke RSUD," jelas Wahid.

Guna penanganan lebih lanjut, korban dilarikan menggunakan unit mobil ambulans Transport Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soekardjo.

Di IGD, tim medis RSUD langsung melakukan berbagai tindakan medis darurat untuk memacu kembali kondisi vital korban.

"Iya tindakan IGD, termasuk dari temen-temen dan adiknya ikut bareng maen. Saya tahu pas beliau meninggal, barulah datang ortu dan istrinya," lanjutnya.

Meskipun upaya maksimal telah dilakukan oleh tim medis selama kurang lebih setengah jam di IGD, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

"Memang meninggalnya tidak di stadion tapi di RSUD gitu," tegasnya.

Terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum, pihak RSUD dr. Soekardjo belum mengeluarkan keputusan medis resmi karena saat itu fokus pada tindakan penyelamatan. Namun, diduga kuat kondisi fisik korban mengalami kelelahan ekstrem (exhaustion) sebelum bertanding akibat kurang tidur pada malam harinya.

"Kalau terkait itu belum nanya punya gejala apa, kalau darah langsung tinggi, dari pihak RSUD belum ada keputusan resmi penyebabnya dan belum menerima, lebih fokus penanganan dulu," tutur saksi.

Sementara itu, Wahid menceritakan informasi yang diperoleh langsung dari pihak keluarga dan adik almarhum yang juga bertanding dalam tim yang sama.

"Yang jelasnya kecapean, karena malam itu, saya juga baru tahu dari keluarganya, sama adiknya, kan adiknya juga main, beda kondisi mungkin sama adiknya, adiknya kuat kan, karena malam itu habis pingpong (tenis meja), ngaliwet, begadang sampai setengah 2, jadi kecapean," terang Wahid.

Pihak keluarga pasrah dan menerima musibah ini sebagai takdir, terlebih kejadian di lapangan disaksikan langsung oleh adik kandungnya sendiri.

"Kemarin saya juga dari rumah sakit terus ikut ke rumahnya, keluarga nerima karena udah takdir. Kebetulan itu ada saksi adiknya, da memang karena tidak ada kontak apapun pas kejadian itu, ujug-ujug jatuh," tambah Wahid.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement