Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemkot Tasikmalaya dan Kementerian Perhubungan Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Transportasi

Kamis, 20 November 2025 | 17:48 WIB
Pemkot Tasikmalaya dan Kementerian Perhubungan Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Transportasi
Pemkot Tasikmalaya dan Kementerian Perhubungan Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Transportasi. Foto: Istimewa

Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi. Upaya ini diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi. Upaya ini diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI–STTD).

Dua dokumen kerja sama yang ditandatangani pada 20 November 2025 tersebut menjadi langkah strategis Pemkot Tasikmalaya dalam menyiapkan SDM transportasi yang profesional, berkompeten, dan mampu mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan.

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bersama Kepala BPSDMP Kemenhub, Djarot Tri Wardhono.

Dalam keterangannya, Wali Kota Viman menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama dalam memperkuat layanan publik di sektor transportasi.

“Kerja sama ini bukan hanya untuk menambah kesempatan pendidikan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat dan ASN kita memiliki kompetensi berstandar nasional di bidang transportasi,” ujar Viman.

Melalui MoU ini, ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan vokasi bidang transportasi, pelatihan vokasi, pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, pemetaan kebutuhan SDM Pemkot berdasarkan Analisis Jabatan (Anjab), dan Analisis Beban Kerja (ABK).

MoU ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Kota Tasikmalaya, terutama generasi muda, untuk mengikuti pendidikan vokasi di bidang transportasi yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan.

Sebagai tindak lanjut MoU, Pemkot Tasikmalaya menandatangani PKS dengan PTDI–STTD. Dokumen ini ditandatangani oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Direktur PTDI–STTD, Avi Mukti Amin.

PKS tersebut mengatur mekanisme kebutuhan SDM teknis perhubungan darat secara terstruktur, mulai dari tahap perencanaan hingga pemberdayaan lulusan.

Adapun ruang lingkup kerja sama dalam PKS meliputi:

·         Penetapan kebutuhan SDM teknis perhubungan darat

·         Sosialisasi program pendidikan dan proses seleksi calon taruna

·         Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan oleh PTDI–STTD

·         Penempatan lulusan sesuai kebutuhan perangkat daerah

·         Pemberdayaan lulusan guna mendukung tugas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya

Wali Kota Viman menegaskan bahwa kerja sama ini memastikan Kota Tasikmalaya memiliki SDM teknis yang unggul.

“Transportasi tidak cukup hanya dibangun dari sisi infrastruktur. SDM yang mengelola dan mengoperasikan sistem transportasi harus memiliki kompetensi terbaik. Ini yang sedang kita siapkan melalui kerja sama strategis ini,” jelasnya.

Melalui PKS ini, peluang bagi putra-putri Tasikmalaya untuk mengakses pendidikan vokasi transportasi semakin terbuka. Proses seleksi taruna PTDI–STTD dilakukan melalui beberapa tahap ketat, seperti:

1.      Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bekerja sama dengan BKN

2.      Tes kesehatan

3.      Tes kesamaptaan

4.      Psikotes

5.      Wawancara

Lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan akan diberdayakan Pemkot Tasikmalaya untuk memperkuat sektor transportasi daerah, mulai dari rekayasa lalu lintas, operasional terminal, hingga pelayanan publik perhubungan.

Kerja sama antara Pemkot Tasikmalaya, BPSDMP, dan PTDI–STTD ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas SDM, memperkuat kualitas layanan transportasi, dan menjawab tantangan mobilitas kota yang semakin kompleks.

Baik MoU maupun PKS berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak. Seluruh implementasi kerja sama dijalankan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Wali Kota Viman menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Pemkot Tasikmalaya:

“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik transportasi. Lebih penting dari itu, kami memastikan SDM-nya siap, kompeten, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.”

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement