Ikuti Kami :

Disarankan:

Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Ciamis Diduga Keracunan, Kadisdik Imbau Sekolah Perketat MBG

Senin, 29 September 2025 | 19:26 WIB
Watermark
Puluhan Siswa SMPN 4 Pamarican Ciamis Diduga Keracunan, Kadisdik Imbau Sekolah Perketat MBG. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Puluhan siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025) pagi.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Puluhan siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025) pagi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Ciamis, Erwan Darmawan, membenarkan insiden tersebut.

“Hari ini kita dapat kabar adanya keracunan di SMPN 4 Pamarican, disinyalir dari MBG. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan aparat setempat,” ujar Erwan saat meninjau langsung ke sekolah.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 52 siswa mengalami gejala keracunan berupa mual, pusing, dan lemas. Dari jumlah tersebut, 2 orang dirujuk ke RSUD Banjar, 13 ke Puskesmas Pamarican, dan 5 lainnya ke Puskesmas Banjarsari.

“Mudah-mudahan mereka cepat pulih dan bisa kembali beraktivitas,” tambah Erwan.

Ia mengimbau seluruh sekolah di Kabupaten Ciamis untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyajikan program MBG.

“Saya minta satuan pendidikan lebih teliti dalam menerima MBG, mulai dari kondisi fisik hingga kualitas makanan. Jangan sampai terulang,” tegasnya.

Meski begitu, Erwan belum bisa memastikan apakah keracunan tersebut sepenuhnya disebabkan oleh MBG. Saat ini Dinas Kesehatan bersama tim medis masih melakukan uji sampel makanan.

“Menurut pantauan, tidak semua yang menyantap MBG mengalami keracunan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penghentian sementara MBG,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah sudah diminta untuk terus memantau kondisi siswa.

“Wali kelas diminta melaporkan perkembangan kesehatan anak-anak dalam 2x24 jam. Alhamdulillah, sejak dua jam terakhir tidak ada penambahan kasus baru,” ujar Erwan.

Pemerintah daerah berharap masyarakat ikut mendoakan agar para siswa yang dirawat segera pulih.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat Ciamis agar anak-anak bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa,” tutup Erwan.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement