Ikuti Kami :

Disarankan:

RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Akui Alami Keterbatasan Fasilitas, Dirut: Butuh Dukungan Anggaran Besar

Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:56 WIB
RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Akui Alami Keterbatasan Fasilitas, Dirut: Butuh Dukungan Anggaran Besar
RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Akui Alami Keterbatasan Fasilitas, Dirut: Butuh Dukungan Anggaran Besar. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Direktur Utama RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Budi Trimadi, mengungkapkan sejumlah permasalahan yang saat ini dihadapi rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kelebihan tenaga non-medis. Kondisi ini dinilai berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Direktur Utama RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Budi Trimadi, mengungkapkan sejumlah permasalahan yang saat ini dihadapi rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kelebihan tenaga non-medis. Kondisi ini dinilai berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi usai melakukan pertemuan dengan Dinas Kesehatan dan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya di Opp Room RSUD dr. Soekardjo, Selasa (5/8/2025).

"Iya, kita mengalami keterbatasan fasilitas, termasuk ST Scan yang sudah rusak sejak 2020 dan belum diganti. Jadi setiap kali pasien akan CT Scan harus dirujuk keluar," kata Budi Trimadi.

Meski begitu, Budi menyebut ada kabar baik dari pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan berencana memberikan bantuan sebesar Rp 25 miliar untuk pengadaan alat tersebut.

"Sudah ada rencana dari Kemenkes sebesar Rp 25 miliar, tahun ini bantuannya dan menunggu dari Kemenkes," ungkapnya.

Selain alat medis, kondisi fisik bangunan juga menjadi perhatian. Ruang rawat inap yang sudah lama belum mengalami renovasi. Menurut Budi, keterbatasan pendapatan rumah sakit membuat pihaknya baru mampu memenuhi kebutuhan alat kesehatan kecil.

"Kita dengan keterbatasan pendapatan kita dan saat ini kita baru bisa melakukan pengadaan alat kecil seperti stetoskop, tensi meter, tapi alat besar seperti alat operasi memang kita butuh dari bantuan," ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa ruangan di rumah sakit bahkan tidak diterangi secara maksimal sebagai bentuk efisiensi anggaran. Fasilitas lain seperti ruang operasi, tambahan ruang ICU, dan sarana penunjang juga masih sangat dibutuhkan.

"Adapun fasilitas lain yang harus dilengkapi seperti ruangan operasi, penambahan ruang ICU dan perbaikan penunjang lain," tuturnya.

Masalah sumber daya manusia (SDM) juga menjadi sorotan. Saat ini, RSUD mengalami kelebihan pegawai non-medis seperti staf administrasi dan bidan, sementara di sisi lain, kekurangan dokter spesialis masih menjadi tantangan serius.

"Permasalahan secara garis besar terkait dengan sarana dan prasarana dan SDM yang kita kelola oleh manajemen. Kan kita bertahap dan kita juga paham bahwa ini memang bukan kebijakan yang populer, kemarin saja masih ada yang riak-riak artinya kita mempertimbangkan kesanannya," tegasnya.

"Itu tata kelola SDM memang di satu sisi kita kekurangan jumlah dokter spesialis, apalagi sub spesialis. Tapi di sisi lain memang kita juga ada kelebihan tenaga, seperti tenaga administrasi, bidan juga kelebihan," jelas Budi.

Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, RSUD dr. Soekardjo telah mengajukan usulan bantuan dana dengan estimasi kebutuhan mencapai ratusan miliar rupiah.

"Estimasi kebutuhan buat RSUD sekitar Rp 300 miliar, itu baru kajian singkat," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement