Ikuti Kami :

Disarankan:

Sambangi Gubuk Kakek Nana di Tasikmalaya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pastikan Pembangunan Rumah Dimulai Senin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB
Sambangi Gubuk Kakek Nana di Tasikmalaya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pastikan Pembangunan Rumah Dimulai Senin
Sambangi Gubuk Kakek Nana di Tasikmalaya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Pastikan Pembangunan Rumah Dimulai Senin. Foto: Kristian.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi datangi gubuk Kakek Nana di Kahuripan Tasikmalaya, pastikan pembangunan rumah dimulai Senin dan biayai perawatan cucunya, Sabtu (31/10/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mendatangi langsung gubuk tidak layak huni yang ditempati Nana Kustaman (74) bersama cucunya yang berkebutuhan khusus, Sabtu (31/10/2026) siang.

Gubuk kayu beratap terpal tersebut berdiri di dekat area pemakaman keluarga di Kampung Sindanghayu (Paledang) RT 003 RW 005, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Kedatangan KDM secara mendadak sontak membuat warga setempat berkerumun antusias untuk bersalaman dan berfoto bersama.

Di lokasi gubuk, Dedi Mulyadi menanyakan perihal penggunaan uang bantuan yang sebelumnya telah dititipkan melalui utusannya. KDM menyarankan agar dana tersebut dimanfaatkan Kakek Nana sebagai modal membuka usaha mandiri.

Setelah memastikan status kepemilikan tanah warisan telah clean and clear, KDM secara tegas menyatakan akan segera membangunkan rumah permanen yang layak di lokasi tersebut. Pernyataan Gubernur Jabar itu pun disambut senyum bahagia Kakek Nana diiringi ucapan rasa syukur dari warga sekitar.

Kepada para awak media, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kasus sosial yang menimpa Kakek Nana harus menjadi wacana evaluasi mendasar bagi jajaran birokrasi pemerintahan, khususnya di tingkat kelurahan dan kewilayahan.

"Ya kalau saya kan nanganin tiap hari yang gini, ini yang saya maksud kenapa saya sering masuk ke gang, kenapa saya sering keliling bahwa di kita ini banyak masalah yang ternyata tidak bisa ditemjkan oleh pemerintahan di tingkay bawah," kata Dedi, Sabtu (31/10/2026).

KDM menekankan bahwa persoalan dhuafa seperti Kakek Nana seharusnya sudah terdeteksi dan diintervensi oleh aparat RT, RW, maupun pihak kelurahan sebelum ramai diberitakan media.

"Kan itu problemnya sehingga saya sering keliling tuh seperti ini. Sering keliling yajg orang menyebutnya one man show, gubernur rasa RT, ya. Faktanya banyak masalag yang ternyata pada tingkat level RT, RW, kelurahan tidak bisa diketahui sebelumnya. Kan kita tahunya kan dari media," katanya.

"Bagi saya sebagai gubernur, tentunya ini adalah pembelajaran penting bagi seluruh aparat. Tidak boleh ada warga yang diketahui mengalami masalah, rumahnya pakai plastik, di areal kuburan, itu diketahuinya orang lain, semestinya diketahui minimal oleh lurah," tegas Dedi.

KDM menambahkan, aksi blusukan yang rutin dilakukannya hingga ke gang-gang sempit semata-mata untuk memastikan tidak ada warga prasejahtera yang terabaikan oleh sistem pelayanan publik.

"Itu loh, ini yang saya maksud gubernur ngajarin keliling-keliling, kukurusukan teh, kalau lurahnya kukurusukan kan pasti ketemu sama lurah, kan gitu log. Tetapi sudahlah, ini pembelajaran penting bagi siapapun terutama seluruh aparat. Ini koreksi juga bagi saya sebagai gubernur, nanti meminta bupati, wali kota agar para kepala kelurahan itu setiap hari harus keliliny ke rumah warga," ujarnya.

Pembangunan Rumah Dimulai Senin dan Rencana Perawatan Kesehatan Sang Cucu

Mengenai kepastian eksekusi pembangunan rumah layak huni bagi Kakek Nana, KDM memastikan seluruh persiapan anggaran dan logistik telah dimatangkan.

"Nanti hari Senin mulai dibangun. Sudah disiapkan alokasinya, mereka sudah dapat modal biaya untuk di luar bangunan Rp 25 juta sudah diserahin sejak 2 hari kemarin," ungkapnya.

KDM juga membuka kesempatan bagi masyarakat atau donatur swasta yang ingin mengulurkan bantuan, dengan catatan disalurkan secara bijak.

"Boleg dong siapa saja, boleh masa orang enggak boleh membantu, tetapi sebaiknya hari ini, bantulah dalam bentuk uang yang tersimpan di bank, karena kalah uangnya tunai, saya kahwatir dalam waktu enggak lama habis atau hilang," ucap Dedi.

Selain hunian permanen, KDM turut memfasilitasi penanganan medis dan pengobatan komprehensif bagi cucu Kakek Nana yang mengalami keterbatasan khusus.

"Terkait cucunya, itu ian saya tawarin tadi agar si bapaknya engga susah kemudian saya bawa ke rumah sakit jiawa Waluya lah biar lebih keren bahasanya. Ya sudah nanti diambil oleh tim rumah sakit RSUD Cisarua," jelas Dedi.

Di tempat yang sama, Kakek Nana mengaku masih merasa terharu dan tidak mengira gubuk kecilnya akan dikunjungi langsung oleh Gubernur Jawa Barat.

"Masih syok ada Pak Gubernur, Alhamdulilah terima kasih kepada pak Gubernur yang akan membangunkan rumah," pungkas Nana dengan mata berkaca-kaca.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin