Ikuti Kami :

Disarankan:

Sambut Priangan Bamboo Fest 2026, Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Beri Apresiasi Sekaligus Tiga Catatan Evaluasi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:20 WIB
Sambut Priangan Bamboo Fest 2026, Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Beri Apresiasi Sekaligus Tiga Catatan Evaluasi
Sambut Priangan Bamboo Fest 2026, Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Beri Apresiasi Sekaligus Tiga Catatan Evaluasi. Foto: Kristian.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi mengapresiasi Priangan Bamboo Fest 2026, namun memberikan 3 catatan krusial soal sosialisasi, dampak ekosistem, hingga keberlanjutan penanaman pohon bambu.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang Priangan Bamboo Fest 2026 yang digelar di Gedung Pusat Promosi Industri Kerajinan (PPIK), Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Rabu (14/10/2026).

Usai menghadiri acara pembukaan, Kepler menyatakan bahwa gelaran pameran ini merupakan langkah positif dalam memacu daya saing serta kreativitas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya perajin olahan bambu di Kota Santri.

"Kalau Bamboo Fest ini kita apresiasi, karena memang kegiatan ini bagaimana supaya UMKM-UMKM yang ada di Kota Tasikmalaya yang hubungannya dengan bambu. Saya mengapresiasi kegiatan ini dalam rangka bagaimana supaya ekonomi ekonomi kreatif berkembanh," kata Kepler, Rabu (14/10/2026).

Politisi dari PDI Perjuangan ini menegaskan, semangat penyelenggaraan Priangan Bamboo Fest 2026 selaras dengan fokus kerja Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya yang saat ini tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ekonomi Kreatif.

"Supaya ekonomi kreatif Kota Tasikmalaya lebih baik, salah satunya ini kegiatan Bamboo Fest 2026," ujarnya.

Tiga Catatan Kritis: Sosialisasi, Pelibatan Elemen, dan Kelestarian Bahan Baku

Meski menyambut baik, Kepler memberikan tiga catatan evaluasi penting bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya dan pihak penyelenggara demi optimalisasi event di masa mendatang.

Catatan pertama, ia menilai aspek sosialisasi kegiatan Priangan Bamboo Fest belum berjalan maksimal ke seluruh lapisan pemangku kepentingan (stakeholders). Catatan kedua, pelaksanaan kegiatan dinilai masih terkesan seremonial formalitas sehingga belum sepenuhnya menggerakkan seluruh ekosistem dan elemen yang berkaitan dengan industri olahan bambu.

Sementara itu, catatan ketiga menyoroti aspek keberlanjutan dan kelestarian pasokan bahan baku bambu di tingkat hulu. Kepler mengingatkan agar pemanfaatan bambu secara masif untuk produk kerajinan diimbangi dengan program penanaman kembali (reboisasi).

"Yang ketiga bagaimana supaya, karena ini lumayan bambu banyak digunakan, nah ini keberlanjutanmya seperti apa, jadi setelag diambil, ditebanh pohon bambunya digunakan kerajinan, tapi tindak lanjutny ke depan, ya mohon juga pemkot dan stakholder yang ada untuk membanhun atau menanam kembali bambu ini, harus ada berkelanjutan ke depannya," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement