Ikuti Kami :

Disarankan:

Sempat Terkendala Izin Frekuensi, Kegiatan JOTA-JOTI Pramuka di Kota Banjar Akhirnya Berjalan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:42 WIB
Sempat Terkendala Izin Frekuensi, Kegiatan JOTA-JOTI Pramuka di Kota Banjar Akhirnya Berjalan
Sempat Terkendala Izin Frekuensi, Kegiatan JOTA-JOTI Pramuka di Kota Banjar Akhirnya Berjalan. Foto: Sukirman.

Sempat terkendala perizinan frekuensi, kegiatan JOTA-JOTI Kwarcab Pramuka bersama ORARI Lokal Kota Banjar akhirnya resmi berlanjut setelah izin terbit pada Jumat (16/10/2026).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Pelaksanaan kegiatan Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) yang diselenggarakan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Banjar bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Banjar sempat mengalami kendala perizinan penggunaan frekuensi radio serta komunikasi antarpihak.

Kendala administratif tersebut akhirnya berhasil terselesaikan setelah surat izin resmi diterbitkan pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Dengan keluarnya izin tersebut, agenda edukasi komunikasi berbasis radio amatir dan internet selama tiga hari bagi anggota Pramuka resmi berlanjut di Sekretariat ORARI Lokal Kota Banjar dan Aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar.

Ketua ORARI Lokal Kota Banjar, Yana S. Bachyan, menegaskan bahwa perizinan frekuensi dari otoritas terkait merupakan syarat mutlak agar aktivitas pemancaran gelombang radio berjalan sesuai regulasi hukum yang berlaku.

“Alhamdulillah, izin yang kami tunggu akhirnya turun sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah izin keluar, kegiatan edukasi komunikasi bagi anggota Pramuka bisa kembali dilaksanakan,” ujar Yana, Jumat (16/10/2026) siang.

Yana memaparkan, agenda rutin tahunan ini bertujuan mengedukasi para anggota Pramuka mengenai tata cara serta etika penggunaan frekuensi radio amatir secara legal dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahaya serta sanksi hukum atas penggunaan frekuensi liar tanpa izin resmi.

“Barang siapa yang menggunakan frekuensi tanpa izin, itu merupakan pelanggaran hukum di bidang telekomunikasi,” tegas Yana.

Sementara itu, Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Kota Banjar, Asep Mulyana, mengamini adanya hambatan komunikasi serta kendala teknis pada masa awal persiapan kegiatan JOTA-JOTI. Pihaknya menjadikan catatan ini sebagai bahan evaluasi bersama agar pola koordinasi dengan ORARI semakin solid di masa mendatang.

“Memang terjadi kendala kemarin dalam hal koordinasi antara penyelenggara kegiatan JOTA-JOTI dengan teman-teman di ORARI. Selain itu, ada beberapa hal teknis yang juga menjadi kendala,” ujar Asep.

Asep menambahkan, ajang JOTA-JOTI menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Pramuka untuk menguasai beragam instrumen teknologi komunikasi modern maupun konvensional.

“Melalui kegiatan ini, adik-adik Pramuka diperkenalkan dengan cara berkomunikasi menggunakan radio dan internet. Mereka juga belajar menjalin komunikasi dengan teman-teman, baik di tingkat lokal, daerah, maupun nasional,” kata Asep.

Ia menekankan pentingnya penguasaan frekuensi radio amatir sebagai sarana komunikasi cadangan (backup) ketika jaringan telekomunikasi seluler dan internet lumpuh, terutama saat terjadi bencana alam.

“Teknologi komunikasi harus dikuasai dan dipersiapkan oleh generasi muda. Sebab, negara yang maju adalah negara yang mampu menguasai informasi,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement