Kopi Gunung Raja Tumbuh di Hutan Sosial dan Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Kelompok Tani Hutan Sriwanamukti di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil mengembangkan budidaya Kopi Gunung Raja melalui skema Perhutanan Sosial di kawasan KHDKP.
Disarankan:
Seorang anak laki-laki yang diduga terpisah dari orang tuanya ditemukan sendirian di sebuah minimarket yang berada di samping RS TMC Tasikmalaya, pada Sabtu (17/1/2026) sekira pukul 22.15 WIB.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Seorang anak laki-laki yang diduga terpisah dari orang tuanya ditemukan sendirian di sebuah minimarket yang berada di samping RS TMC Tasikmalaya, pada Sabtu (17/1/2026) sekira pukul 22.15 WIB.
Anak tersebut ditemukan warga dalam kondisi sendirian tanpa pendamping orang dewasa. Berdasarkan keterangan awal, anak itu mengaku bernama Raka dan berasal dari Kabupaten Ciamis. Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya sempat bermain di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, bersama ibunya.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mengamankan anak tersebut ke Polsek Cihideung, Polres Tasikmalaya Kota, guna memastikan keselamatan serta memudahkan proses pencarian keluarga.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Nagarawangi, Polsek Cihideung, Aipda Sani Ahmad Hasani, mengatakan bahwa anak tersebut dalam kondisi sehat, tapi terlihat cukup aktif atau hiperaktif. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya menelusuri identitas lengkap dan keberadaan orang tua atau keluarganya.
“Anak tersebut saat ini berada dalam pengamanan Polsek Cihideung. Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anak atau mengenali ciri-ciri anak tersebut agar segera menghubungi pihak kepolisian,” ujar Aipda Sani kepada NewsTasikmalaya.com.
Polsek Cihideung juga mengajak masyarakat untuk turut menyebarkan informasi ini agar keluarga anak tersebut dapat segera ditemukan dan dipertemukan kembali.
Kelompok Tani Hutan Sriwanamukti di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, berhasil mengembangkan budidaya Kopi Gunung Raja melalui skema Perhutanan Sosial di kawasan KHDKP.
DKP3 Kota Tasikmalaya mulai menerapkan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) sebagai bagian dari program Advanced Agriculture System (AAS) untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Kedua peristiwa diduga dipicu oleh pembakaran sampah dan daun kering yang ditinggalkan tanpa pengawasan.