Ikuti Kami :

Disarankan:

Siswi SMA Digilir usai Dicekoki Alkohol, Ketua PGRI Kota Banjar: Prihatin, Pelajar Mudah Dapatkan Miras

Selasa, 04 November 2025 | 07:18 WIB
Watermark
Siswi SMA Digilir usai Dicekoki Alkohol, Ketua PGRI Kota Banjar: Prihatin, Pelajar Mudah Dapatkan Miras.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar, Encang Zaenal Muarif, angkat bicara terkait kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA di wilayahnya. Ia mempertanyakan kemudahan transaksi minuman keras (miras) di kalangan pelajar yang dinilai menjadi pemicu utama terjadinya tindak kekerasan seksual tersebut.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar, Encang Zaenal Muarif, angkat bicara terkait kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA di wilayahnya. Ia mempertanyakan kemudahan transaksi minuman keras (miras) di kalangan pelajar yang dinilai menjadi pemicu utama terjadinya tindak kekerasan seksual tersebut.

"Kami sangat prihatin. Siswa SMA yang notabene masih remaja begitu mudah mendapatkan minuman keras. Ini menunjukkan bahwa peredaran miras di Kota Banjar sangat mengkhawatirkan," ujar Encang kepada wartawan, Selasa (4/11/2025).

Encang mempertanyakan efektivitas pengawasan oleh pihak berwenang terhadap distribusi minuman beralkohol di daerah tersebut.

"Dari mana mereka mendapatkan miras? Sejauh mana pengawasan dilakukan? Jika sudah ada Perda yang mengatur, bagaimana penegakannya? Jika belum ada, maka Perda harus segera disusun," tegasnya.

Kendati, Encang mendesak agar regulasi pengendalian minuman beralkohol diperkuat dan ditegakkan secara konsisten.

"Ini bukan hanya soal hukum, tapi soal masa depan generasi muda. Kita harus bertindak," tutup Encang.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMA berinisial Bunga, warga Kota Banjar, diduga menjadi korban pemerkosaan oleh enam orang teman dekatnya. Peristiwa tersebut terjadi pada 7 Oktober 2025 di salah satu rumah pelaku.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Banjar, Iptu Heru Samsul Bahri, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut.

“Korban awalnya diajak ke rumah salah satu pelaku. Di sana, korban diberi minuman keras hingga dalam kondisi tidak sadar. Setelah itu, korban diduga dirudapaksa secara bergiliran oleh enam orang,” kata Heru.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban menemukan percakapan mencurigakan di ponsel anaknya, termasuk pembahasan soal alat tes kehamilan (test pack) yang memicu kekhawatiran.

“Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Banjar pada 23 Oktober 2025,” tambah Heru.

Enam terduga pelaku diketahui merupakan pelajar aktif di sekolah yang sama dengan korban. Polisi telah mengantongi identitas mereka dan tengah melakukan penyelidikan serta pemeriksaan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku," pungkas Heru.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement