TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya menggelar diskusi publik bertajuk "Reformasi dan Citra Institusi Kepolisian" di Aula Kampus Institut Nahdlatul Ulama (INU) Kota Tasikmalaya, Rabu (25/2/2026). Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membedah rapuhnya citra kepolisian di mata publik saat ini.
Dalam diskusi tersebut, PC PMII Kota Tasikmalaya menggarisbawahi tiga aspek krusial yang harus menjadi prioritas perbaikan mendasar, yakni dimensi struktural, instrumental, dan kultural.
PC PMII menilai, secara struktural perlu ada penataan ulang kedudukan institusi agar benar-benar mandiri. Secara instrumental, regulasi dan petunjuk teknis di lapangan memerlukan pembaruan yang lebih relevan dengan perlindungan HAM. Sementara itu, dimensi kultural dianggap sebagai tantangan terberat karena berkaitan dengan perubahan pola pikir anggota.
Diskusi publik ini mengungkap kegelisahan mendalam para kader PMII terkait masih melekatnya kultur militerisme di internal kepolisian. Paradigma lama ini dinilai menjadi akar penyebab munculnya tindakan intimidasi dan kekerasan yang seringkali berbenturan dengan prinsip demokrasi.
Asep Rizal, perwakilan PC PMII Kota Tasikmalaya, menegaskan bahwa transformasi kepolisian dari mentalitas "penguasa" menjadi "pelayan" masyarakat adalah sebuah harga mati.
"Citra kepolisian harus dibangun dari perbaikan internal lebih dahulu. Perubahan pola pikir adalah kunci agar institusi ini benar-benar menjadi pengayom masyarakat, bukan ancaman," ujar Asep di hadapan peserta diskusi.
Sebagai solusi jangka panjang, PC PMII Kota Tasikmalaya mendesak adanya perombakan total pada sistem perekrutan anggota kepolisian. Langkah ini dinilai mendesak untuk memastikan bibit-bibit baru Polri memiliki standar humanisme yang tinggi dan tidak terpapar budaya kekerasan sejak dini.
Perekrutan yang transparan dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan diharapkan mampu melahirkan sosok personel kepolisian yang lebih adaptif, santun, dan profesional dalam menghadapi dinamika sosial di lapangan.
Melalui forum ini, PMII Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mengawal isu reformasi kepolisian sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa demi terciptanya institusi penegak hukum yang dicintai oleh rakyat.