Ikuti Kami :

Disarankan:

Tangis Haru Mantan Istri Datangi Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo, Minta Korban Penganiayaan Ciawi Dimakamkan di Tasikmalaya

Kamis, 24 September 2026 | 13:37 WIB
Tangis Haru Mantan Istri Datangi Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo, Minta Korban Penganiayaan Ciawi Dimakamkan di Tasikmalaya
Tangis Haru Mantan Istri Datangi Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo, Minta Korban Penganiayaan Ciawi Dimakamkan di Tasikmalaya. Foto: NewsTasikmalaya.com/Denden

Datangi Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo sambil menangis, Ika Kartika mantan istri korban Ciawi minta almarhum dimakamkan di Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Isak tangis mewarnai suasana Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya saat Ika Kartika (40), mantan istri Sendi alias Faisal, datang mendampingi proses identifikasi jenazah mantan suaminya, Kamis (24/9/2026) siang.

Warga Kampung Sambong Hilir, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya kelahiran 1986 ini tak kuasa menahan air mata di hadapan tim penyidik Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Sambil meneteskan air mata, Ika menceritakan kenangan dan kebiasaan almarhum semasa hidup.

Ika memohon agar jasad Sendi, pengamen yang tewas dianiaya rekan sesamanya di Pasar Ciawi, dapat dimakamkan di Tasikmalaya. Hal tersebut dia ajukan mengingat keberadaan keluarga korban di Purwakarta yang sudah tidak jelas lokasinya, serta demi kebaikan tiga anak hasil pernikahan mereka.

"Dulu nikah siri, tahun 2007, sudah punya anak tiga. Sering ke rumah, nengokin anak kemarin-kemarin juga," kata Ika Kartika sambil menangis di Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo, Kamis (24/9/2026).

"Mending dikuburkan di Tasikmalaya di sini, karena kan di Purwakarta juga di mana. Terus gini kan, dia juga punya anak di sini, hak anak saya juga kan nguburinnya di sini juga," tutur Ika.

Ika mengaku awal mula mengetahui kabar duka mengenai mantan suaminya dari pemberitaan media yang viral di masyarakat.

"Saya denger kejadian ini pertama dari berita, rame," terangnya. Udah lama banget ke Purwakarta, pas anak saya masih kecil, udah lupa di mana-mananya. Udah lama banget, dulu keluarganya pernah ke Tasik sekali," tambah Ika membeberkan alasan memilih memakamkan jenazah di Tasikmalaya.

Ika menceritakan, meski telah lama berpisah, almarhum Sendi dikenal sangat perhatian kepada anak-anaknya dan sering memberikan uang jajan ketika bertemu di kawasan Pasar Cikurubuk.

"Ke anak saya juga sering nyuruh ke Pasar Cikurubuk, kalau mau jajan sini aja ke Cikurubuk katanya. Ternyata benar anak saya kalau ke Pasar Cikurubuk selalu diberi uang jajan," kenangnya.

Selain tiga anak yang menetap di Tasikmalaya, Ika menyampaikan bahwa salah satu anak korban yang berada di Surabaya saat ini sedang dalam perjalanan menuju Tasikmalaya.

"Anak saya yang di Surabaya sudah diberitahu, sekarang lagi di jalan ke Tasikmalaya," ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang merupakan rekan sesama pengamen. Korban dianiaya hingga tewas menggunakan gitar akustik di kawasan Pasar Ciawi.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andik Eko Siswanto, membenarkan penangkapan ketiga terduga pelaku yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tasikmalaya Kota.

"Masih dalam penyelidikan, diamankan sudah tiga orang, korban satu orang, dan mereka berteman sesama anak jalanan atau pengamen," kata AKBP Andik Eko Siswanto.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement