Ikuti Kami :

Disarankan:

Tragedi Bentrokan Maut Mangkubumi Tasikmalaya: Saksi Ngaku Anggota Geng Motor, Sempat Pesta Miras Sebelum Kejadian

Minggu, 06 September 2026 | 00:17 WIB
Watermark
Tragedi Bentrokan Maut Mangkubumi Tasikmalaya: Saksi Ngaku Anggota Geng Motor, Sempat Pesta Miras Sebelum Kejadian. Foto: Asep Juhariyono.

Saksi Z mengaku sebagai anggota kelompok geng motor pecahan saat diperiksa Polisi terkait bentrokan maut di Mangkubumi, Tasikmalaya yang menewaskan IMM (16).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kasus bentrokan maut yang menewaskan seorang remaja berinisial IMM (16) di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, membuka fakta mengejutkan.

Saksi berinisial Z alias A, yang membonceng korban saat peristiwa berdarah tersebut, secara terbuka mengaku bahwa dirinya beserta korban merupakan anggota aktif dari salah satu kelompok geng motor di Kota Tasikmalaya.

Pengakuan tersebut disampaikan Z saat diperiksa secara intensif oleh penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Sabtu (5/9/2026).

"Dari 2025 masuk salah satu kelompok geng motor, sama korban juga kelompok motor itu juga. Dua aja saya sama korban yang anggota kelompok itu," ungkap Z di hadapan penyidik. 

Z membeberkan bahwa geng motor yang diikutinya bersama korban merupakan kelompok pecahan dari geng motor lama yang sempat dibubarkan oleh pihak kepolisian.

"Kegiatannya ngopi, minum. Gitu aja. Dulu sih kelompok bmmotor itu bubar, tapi ini pecahannya. Kumpulnya gak tentu, pas kejadian juga sebelumnya ngumpul dulu di Colombus. Nongkrong, minum pesta miras. Minum ciu, patungan belinya," akunya. 

Sempat Konvoi Cari Miras Tambahan Sebelum Diserang

Sebelum insiden maut terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekira pukul 02.15 WIB, korban IMM bersama dua rekannya, ZG (18) dan RA (17), berkeliling menggunakan sepeda motor Honda Beat untuk mencari miras tambahan usai berpesta miras di kawasan Colombus.

Namun saat melintas di Jalan E.Z. Muttaqin, mereka terlibat bentrokan dengan sekelompok orang. Korban IMM dihantam benda tumpul di bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Setelah menjalani perawatan medis beberapa hari di RS Hermina Tasikmalaya, korban akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Rabu (2/9/2026).

Identitas Pelaku Penganiayaan Sudah Dikantongi Polisi

Menanggapi kasus penganiayaan maut yang melibatkan kelompok geng motor ini, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat melakukan perburuan terhadap para pelaku yang terlibat.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, menegaskan bahwa identitas terduga pelaku utama sudah diketahui oleh tim penyidik di lapangan.

"Identitas pelaku sudah kami kantongi. Saat ini kami masih melakukan pengejaran dan pencarian terhadap yang bersangkutan," kata AKP Januar Rangga Fardhela, Jumat (4/9/2026).

AKP Januar menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas aksi kekerasan jalanan ini sampai seluruh pelaku dapat dijebloskan ke dalam sel tahanan.

"Kami terus bekerja mengumpulkan bukti dan mengembangkan penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku dapat segera diamankan," tegasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement