Ikuti Kami :

Disarankan:

Ular Sanca Panjang 4 Meter Masuk Permukiman di Kota Banjar, Ayam Warga Jadi Mangsa

Senin, 26 Januari 2026 | 15:42 WIB
Ular Sanca Panjang 4 Meter Masuk Permukiman di Kota Banjar, Ayam Warga Jadi Mangsa
Ular Sanca Panjang 4 Meter Masuk Permukiman di Kota Banjar, Ayam Warga Jadi Mangsa. Foto: Istimewa

Warga Dusun Parung, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, dibuat resah dengan kemunculan seekor ular sanca berukuran besar di tengah permukiman.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Warga Dusun Parung, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, dibuat resah dengan kemunculan seekor ular sanca berukuran besar di tengah permukiman. Reptil liar tersebut diketahui memangsa ayam milik warga sebelum akhirnya berhasil ditangkap petugas, Senin (26/10/2026).

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Aja, warga RT 09 RW 04, setelah mendengar suara gaduh dari arah kandang ayam di samping rumahnya. Curiga dengan kondisi tersebut, ia kemudian mengecek ke lokasi dan mendapati seekor ular sanca tengah melilit serta menelan salah satu ayam peliharaannya.

“Suaranya berisik sekali dari kandang. Pas dicek, saya kaget ada ular besar sedang makan ayam,” kata Aja saat ditemui usai kejadian.

Merasa panik dan khawatir ular tersebut membahayakan warga sekitar, Aja segera meminta bantuan tetangga dan melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa. Laporan kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar.

Tak berselang lama, tim BPBD Kota Banjar yang dipimpin Ivan S tiba di lokasi. Empat petugas dikerahkan untuk melakukan evakuasi dengan peralatan khusus, mengingat ukuran ular yang cukup besar dan berpotensi membahayakan.

“Ular ini jenis sanca kembang. Panjangnya diperkirakan sekitar empat meter dengan bobot puluhan kilogram. Kondisinya masih sangat kuat dan agresif,” ujar Ivan kepada wartawan.

Proses penangkapan berlangsung cukup menegangkan. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati untuk melumpuhkan ular agar tidak melukai warga maupun petugas. Setelah berhasil dikendalikan, ular tersebut dimasukkan ke dalam karung khusus untuk diamankan.

Selanjutnya, ular sanca raksasa itu dibawa oleh tim BPBD untuk dievakuasi dan direncanakan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan permukiman penduduk.

Ivan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar, terutama di lingkungan yang berdekatan dengan semak belukar, kebun, atau area yang jarang dibersihkan.

“Kami mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kandang ternak. Jika menemukan hewan liar yang membahayakan, segera laporkan agar bisa ditangani dengan aman,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement