Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling Kota Tasikmalaya Hari Ini, Kamis,1 Oktober 2026
Layanan ini merupakan solusi praktis yang diberikan kepada warga yang ingin mengurus pajak kendaraan tanpa harus datang langsung ke kantor samsat.
Disarankan:
Konflik yang tengah berkecamuk di Timur Tengah mulai berdampak nyata pada sektor industri kecil di Kota Tasikmalaya. Para perajin tahu kini harus memutar otak akibat melonjaknya harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksi mereka.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Konflik yang tengah berkecamuk di Timur Tengah mulai berdampak nyata pada sektor industri kecil di Kota Tasikmalaya. Para perajin tahu kini harus memutar otak akibat melonjaknya harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksi mereka.
Saat ini, harga kedelai impor di pasaran telah menyentuh angka Rp12.500 hingga Rp15.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga kedelai masih berada di kisaran normal, yakni sekitar Rp8.000 per kilogram.
Oding, salah seorang perajin tahu di Kampung Nagrog Kulon, Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang, mengaku kenaikan harga yang sangat signifikan ini sangat memukul kelangsungan usahanya.
"Kenaikan harga kedelai ini sangat berpengaruh pada biaya produksi. Kami berada di posisi sulit karena tidak bisa menaikkan harga jual tahu ke konsumen. Kalau harga naik, konsumen tidak mau beli," ungkap Oding saat ditemui di tempat usahanya, Kamis (9/4/2026) siang.
Untuk menyiasati keadaan, Oding terpaksa mengambil kebijakan pahit dengan memangkas volume produksi harian. Jika biasanya ia mampu mengolah hingga 1 ton kedelai per hari, kini jumlah tersebut merosot tajam menjadi hanya 4 hingga 5 kuintal saja.
"Kami lebih memilih mengurangi jumlah produksi daripada harus mengurangi ukuran tahu. Kami khawatir jika ukuran tahu diperkecil, pelanggan akan kecewa dan beralih ke produk lain," tuturnya.
Masalah yang dihadapi perajin tahu tidak berhenti di harga kedelai. Oding mengeluhkan harga bahan penunjang lainnya seperti plastik pembungkus yang juga ikut melambung. Harga plastik yang semula Rp8.000 per bungkus kini naik menjadi Rp12.000.
Kondisi ini membuat margin keuntungan para perajin semakin menipis, bahkan terancam gulung tikar jika tidak ada intervensi dari pihak terkait.
"Kami sangat berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk membantu menstabilkan harga kedelai dan plastik. Kami hanya ingin produksi tahu kami tetap bisa berjalan untuk menyambung hidup," pungkasnya.
Layanan ini merupakan solusi praktis yang diberikan kepada warga yang ingin mengurus pajak kendaraan tanpa harus datang langsung ke kantor samsat.
Layanan ini bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengurus perpanjangan SIM tanpa harus datang langsung ke kantor Satpas.
Hingga 29 September 2026, BPBD Ciamis dan PDAM Tirta Galuh telah menyalurkan total 45.000 liter air bersih kepada warga terdampak,