Ikuti Kami :

Disarankan:

Volume Sampah Diprediksi Lonjak Selama Ramadan, DLH Kota Tasikmalaya Siagakan Petugas Lembur

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:11 WIB
Volume Sampah Diprediksi Lonjak Selama Ramadan, DLH Kota Tasikmalaya Siagakan Petugas Lembur
Volume Sampah Diprediksi Lonjak Selama Ramadan, DLH Kota Tasikmalaya Siagakan Petugas Lembur. Foto: Kristian.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mengambil langkah antisipatif guna menghadapi lonjakan volume sampah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Salah satu kebijakan utama yang diambil adalah menambah jam tugas atau pemberlakuan lembur bagi petugas kebersihan di lapangan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mengambil langkah antisipatif guna menghadapi lonjakan volume sampah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Salah satu kebijakan utama yang diambil adalah menambah jam tugas atau pemberlakuan lembur bagi petugas kebersihan di lapangan.

Peningkatan intensitas pengangkutan sampah ini dilakukan mengingat pola konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat selama bulan puasa, yang berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dihasilkan di berbagai titik keramaian.

Kepala DLH Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, menjelaskan bahwa skema lembur tersebut disiapkan untuk memastikan sampah tidak menumpuk di tempat pembuangan sementara maupun di jalanan.

"Skemanya yang jelas kita lembur, karena sampah meningkat di bulan Ramadan," kata Sandi Lesmana, Jumat (20/2/2026) siang.

Sandi memprediksi tren kenaikan volume sampah ini akan terus merangkak naik hingga puncaknya pada hari raya Idulfitri mendatang. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya aktivitas rumah tangga dan menjamurnya pedagang takjil musiman.

"Seiring dengan konsumsi warga yang meningkat, volume sampah juga meningkat. Bahkan bisa berkali-kali lipat, dan ini akan terus terjadi hingga Idul Fitri," jelasnya.

Secara spesifik, Sandi menyebutkan bahwa jenis sampah yang paling mendominasi selama bulan Ramadan adalah sampah organik yang berasal dari sisa makanan. Dengan adanya penambahan jam kerja, ia berharap penumpukan sampah dapat ditekan semaksimal mungkin.

"Kalau di saat Ramadan, jenis sampah yang meningkat ya sampah organik, apalagi konsumsi masyarakat meningkat. Tapi mudah-mudahan kita bisa terus tekan dengan lembur ini," ungkapnya.

Di akhir keterangannya, Sandi menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif.

"Hayu kita sama-sama jaga kota, sebelum dibuang sampah masyarakat bisa memilah dulu," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement