TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ikon kebanggaan warga, Alun-Alun Kota Tasikmalaya, kini tampil dengan wajah baru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya tengah melakukan aksi pengecatan ulang dan pemeliharaan rutin untuk menghilangkan kesan kumuh pada fasilitas publik tersebut.
Pantauan di lokasi, perubahan signifikan terlihat pada tembok pagar, bangku taman, hingga fasilitas umum lainnya yang kini terlihat lebih segar dan berwarna. Selain pengecatan, petugas juga melakukan pembersihan intensif di area Tugu Emak Eroh dan Abdul Rojak, dua sosok legendaris yang menjadi simbol pejuang lingkungan di Kota Tasikmalaya.
Kepala DLH Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, turun langsung memantau pengerjaan yang dilakukan oleh sejumlah pekerja. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berkunjung ke alun-alun.
"InsyaAllah lagi pemeliharaan ya, dengan rutin pengecetan, kita upayakan meskipun dengan keterbatasan. Tapi kita berupata hasil maksimal ya. Mudah-mudahan ini bisa menjadikan Kota Tasikmalaya nyaman lagi," ujar Sandi saat ditemui di Alun-Alun Kota Tasikmalaya, Kamis (19/2/2026) siang.
Sandi mengungkapkan bahwa kawasan alun-alun sudah cukup lama tidak tersentuh pengecatan ulang, sehingga banyak bagian dinding yang mulai berlumut dan pudar. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, DLH berkomitmen mengembalikan estetika ruang publik tersebut.
"Kabarnya sih beberapa tahun ini belum ada pengecetan ulang ya. Jadi fokus pengecetan dulu lah karena ada dinding-dinding yang sudah berlumut. Termasui yang batu-batu pagar hitam kan engga di finishing. Jadi kita sekarang di finishing lagi," ucap Sandi.
Untuk pengerjaan selama satu bulan penuh ini, Sandi membeberkan bahwa pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 juta yang mencakup pembelian material cat hingga upah pekerja. Mengingat alun-alun merupakan area monumental, ia pun mengajak peran serta pihak swasta untuk ikut peduli.
"Rp 30 juta untuk beli cat dan bayar upah. Saya mengajak para pengusaha dan bank di Kota Tasikmalaya menyalurkan CSR untuk bisa merawat bersama alun-alum ini. Karena anggaran yang digunakan sekarang sangat terbatas," bebernya.
Ia berharap, dengan dimulainya perawatan di alun-alun, kesadaran untuk menjaga fasilitas publik lainnya juga akan meningkat. "Kalau alun-alunnya terawat, insyaallah mudah-mudahan juga yang lain ikut terawat. Ini merupakan sebuah bangunan monumental," pungkasnya.