2 Kebakaran Lahan Terjadi dalam Semalam di Kota Tasikmalaya, Diduga Akibat Pembakaran Sampah
Kedua peristiwa diduga dipicu oleh pembakaran sampah dan daun kering yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Disarankan:
Nama Kota Tasikmalaya kembali bersinar di kancah nasional. Kali ini datang dari dunia perikanan hias, setelah Erwin Kurniawan dipercaya menjadi juri dalam ajang kontes koi bergengsi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Nama Kota Tasikmalaya kembali bersinar di kancah nasional. Kali ini datang dari dunia perikanan hias, setelah Erwin Kurniawan dipercaya menjadi juri dalam ajang kontes koi bergengsi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Erwin didapuk sebagai juri pada event Tambun Bungai Palangka Raya Koi Club (TBPKC) yang digelar pada 6–8 Februari 2026. Ajang tersebut dikenal sebagai salah satu kompetisi koi terbesar di Indonesia dengan peserta dari berbagai provinsi.
Keikutsertaan Erwin bukan tanpa alasan. Ia hadir sebagai perwakilan dari Asosiasi Pencinta Koi Indonesia (APKI), yang menjadi salah satu lembaga resmi pembina dan pengembang komunitas koi di Tanah Air.
“Event ini berskala nasional. Pesertanya datang dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga berbagai pulau lain di Indonesia,” ujar Erwin saat dihubungi, Jumat (13/2/2026).
Menurut Erwin, kualitas ikan koi yang dipertandingkan dalam kontes tersebut sangat mengesankan. Ia menilai standar penilaian maupun kualitas peserta sudah mendekati ajang internasional.
“Yang paling mencolok adalah kualitas ikannya. Banyak koi yang secara standar sudah setara dengan yang biasa tampil di event internasional,” ungkapnya.
Penilaian dalam kontes koi meliputi berbagai aspek, mulai dari pola warna, keseimbangan tubuh, kualitas kulit, hingga potensi perkembangan ikan di masa depan.
Tak hanya menjadi ajang adu kualitas ikan hias, Erwin menilai kontes koi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran peserta dan penghobi dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal.
Ia pun mengapresiasi dukungan penuh pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap penyelenggaraan event tersebut.
“Kontes koi tahunan seperti ini bisa menghidupkan ekonomi setempat dan memperkenalkan Borneo lebih luas, baik nasional maupun internasional,” katanya.
Erwin berharap pengalaman dan jejaring yang terbangun dalam ajang tersebut dapat membuka peluang kolaborasi di masa mendatang, khususnya antara pelaku perikanan hias di Tasikmalaya dan Kalimantan.
Menurutnya, potensi perikanan dan pariwisata kedua daerah sangat besar jika dikelola secara sinergis. “Mudah-mudahan kerja sama yang sudah terjalin bisa berkembang ke proyek-proyek lain ke depannya,” pungkasnya.
Kepercayaan yang diberikan kepada Erwin menjadi bukti bahwa insan perikanan dari Tasikmalaya memiliki kapasitas dan reputasi yang diakui secara nasional.
Kedua peristiwa diduga dipicu oleh pembakaran sampah dan daun kering yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Program pelayanan publik ini digelar hari ini, Rabu (12/8/2026), di halaman Samsat Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, mulai pukul 08.30 WIB hingga 14.00 WIB.
Layanan Samsat Keliling (Samling) kembali hadir hari ini, Rabu (12/8/2026), untuk memudahkan masyarakat membayar pajak dan memperpanjang STNK tahunan.