Ikuti Kami :

Disarankan:

Wamenkes Benjamin Ajak Warga Tasikmalaya Perangi TBC dengan Skrining dan Disiplin Minum Obat

Selasa, 22 September 2026 | 10:58 WIB
Wamenkes Benjamin Ajak Warga Tasikmalaya Perangi TBC dengan Skrining dan Disiplin Minum Obat
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus (tengah) Ajak Warga Tasikmalaya Perangi TBC dengan Skrining dan Disiplin Minum Obat. Foto: NewsTasikmalaya.com/Heru Rukanda

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengajak masyarakat Kota Tasikmalaya aktif melakukan skrining dan pencegahan TBC saat meninjau kegiatan skrining di RW 15 Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus mengajak masyarakat Kota Tasikmalaya untuk lebih peduli terhadap pencegahan dan penanganan Tuberkulosis (TBC) melalui skrining kesehatan, pola hidup sehat, serta kepatuhan menjalani pengobatan.

Pesan tersebut disampaikan saat meninjau kegiatan skrining TBC di RW 15, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Benjamin mengungkapkan bahwa TBC masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia. Bahkan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC.

"Jadi kenapa presiden memanggil saya? Karena Indonesia nomor 2 kasus TBC di dunia," ujar Benjamin.

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini tengah memperkuat langkah pencegahan melalui pembentukan tim yang fokus melakukan pelacakan kasus dan kontak erat penderita TBC secara terintegrasi.

"Makanya kita bikin tim untuk pencegahan dengan tracing terintegrasi TBC," katanya.

Benjamin menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara rutin dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

"TBC penyakit menular. Bisa diobati, dan 95 persen sembuh jika taat minum obat," tegasnya.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala TBC, serta tidak menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan sembuh oleh petugas kesehatan.

Selain itu, Wamenkes juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga daya tahan tubuh dan menurunkan risiko berbagai penyakit.

"Olahraga teratur, minum obat teratur, kurangi makanan gorengan," pesannya.

Benjamin menekankan bahwa upaya pencegahan tidak hanya dilakukan oleh penderita, tetapi juga oleh anggota keluarga dan orang-orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC.

Menurutnya, kelompok yang memiliki kontak erat dengan penderita harus menjalani skrining agar potensi penularan dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.

"Orang yang di rumahnya ada penderita TBC, orang dekatnya harus diskrining. Harus dapat dan minum obat pencegahan," ujarnya.

Ia berharap masyarakat Kota Tasikmalaya semakin aktif mengikuti program skrining kesehatan yang diselenggarakan pemerintah, sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat, diobati secara tepat, dan angka penularannya dapat ditekan.

Kegiatan skrining TBC di RW 15 Kelurahan Cilembang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat deteksi dini, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung target eliminasi TBC di Indonesia.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement