Ikuti Kami :

Disarankan:

Wamenkes dan Wamendagri Tinjau Skrining TBC di Cilembang, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Deteksi Dini Penyakit Menular

Selasa, 22 September 2026 | 09:52 WIB
Watermark
Wamenkes dan Wamendagri Tinjau Skrining TBC di Cilembang, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Deteksi Dini Penyakit Menular. Foto: NewsTasikmalaya.com/Heru Rukanda

Wamenkes menyebut Indonesia masih berada di peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC dan menekankan pentingnya tracing terintegrasi, skrining kontak erat, serta kepatuhan minum obat karena 95 persen penderita TBC dapat sembuh jika menjalani pengobatan secara teratur.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan skrining aktif di masyarakat. Kali ini, skrining TBC digelar di RW 15, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat dengan hadirnya Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus.

Dalam kesempatan itu, Wamenkes Benjamin menegaskan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan besar sektor kesehatan di Indonesia. Bahkan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia untuk jumlah kasus TBC.

"Jadi kenapa presiden memanggil saya? Karena Indonesia nomor 2 kasus TBC di dunia," ujar Benjamin, dalam sambutannya.

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini terus memperkuat strategi pencegahan dan penanganan TBC melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk pelacakan kontak erat atau contact tracing terhadap penderita.

"Makanya kita bikin tim untuk pencegahan dengan tracing terintegrasi TBC," katanya.

Selain upaya deteksi dini, Benjamin juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung proses penyembuhan bagi penderita TBC.

"Olahraga teratur, minum obat teratur, kurangi makanan gorengan," pesannya.

Ia menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan secara disiplin sesuai anjuran tenaga kesehatan.

"TBC penyakit menular. Dapat diobati, dan 95 persen sembuh jika taat minum obat," tegasnya.

Lebih lanjut, Benjamin menekankan pentingnya pencegahan melalui skrining terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, terutama anggota keluarga yang tinggal serumah.

"Pencegahan, orang yang di rumahnya ada penderita TBC, orang dekatnya harus diskrining. Harus dapat dan minum obat pencegahan," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kepala Dinas Kesehatan Provisi Jawa Barat, Kadis Kesehatan Kota Tasikmalaya, Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. 

Kegiatan skrining di RW 15 Kelurahan Cilembang menjadi bagian dari upaya mempercepat penemuan kasus TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan angka penularan TBC dapat ditekan sehingga target eliminasi TBC di Indonesia dapat tercapai.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement