Ikuti Kami :

Disarankan:

Wamenkes dan Wamendagri Tinjau Skrining TBC di Cilembang Tasikmalaya, Wali Kota Viman Tekankan Pentingnya Pencegahan Dini

Selasa, 22 September 2026 | 10:16 WIB
Watermark
Wamenkes dan Wamendagri Tinjau Skrining TBC di Cilembang Tasikmalaya, Wali Kota Viman Tekankan Pentingnya Pencegahan Dini. Foto: NewsTasikmalaya.com/Heru Rukanda

Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) di RW 15 Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, yang dihadiri Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus dan Wamendagri Akhmad Wiyagus.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat di Kota Tasikmalaya. Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan skrining TBC di RW 15, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat dengan kehadiran Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus. 

Skrining dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat deteksi dini kasus TBC di masyarakat sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular tersebut melalui pelacakan kontak erat dan pengobatan yang tepat.

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pemerintah saat ini memberikan perhatian serius terhadap penanganan TBC karena Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia.

"Jadi kenapa presiden memanggil saya? Karena Indonesia nomor 2 kasus TBC di dunia," ujar Benjamin.

Menurutnya, pemerintah telah membentuk tim khusus yang fokus pada pencegahan melalui sistem pelacakan kasus yang lebih terintegrasi.

"Makanya kita bikin tim untuk pencegahan dengan tracing terintegrasi TBC," katanya.

Benjamin menjelaskan, TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila penderita disiplin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

"TBC penyakit menular. Diobati, dan 95 persen sembuh jika taat minum obat," tegasnya.

Selain pengobatan, ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna meningkatkan daya tahan tubuh.

"Olahraga teratur, minum obat teratur, kurangi makanan gorengan," pesannya.

Lebih lanjut, Benjamin menekankan pentingnya skrining terhadap anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC.

"Pencegahan, orang yang di rumahnya ada penderita TBC, orang dekatnya harus diskrining. Harus dapat dan minum obat pencegahan," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mendukung program pencegahan dan penanggulangan TBC.

Menurut Viman, langkah pencegahan harus menjadi prioritas agar kasus TBC dapat ditekan sejak dini sebelum berkembang lebih luas di masyarakat.

"Kita di Kota Tasikmalaya harus bisa pencegahan TBC. CKG bisa mendeteksi penyakit sehingga bisa segera ditanggulangi," kata Viman.

Ia menilai keberadaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu instrumen penting dalam mendeteksi berbagai penyakit lebih awal, termasuk TBC, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap melalui skrining aktif, edukasi kesehatan, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan masyarakat, angka penularan TBC dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement