TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Menyusul merebaknya virus influenza H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di wilayah Jawa Barat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul laporan adanya 10 warga Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, yang terkonfirmasi terpapar virus influenza H3N2 Subclade K setelah menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode Whole Genome Sequencing.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana, MM., mengatakan meskipun hingga kini belum ditemukan kasus serupa di Kota Tasikmalaya, masyarakat diminta tetap menjaga kondisi kesehatan masing-masing.
"Meskipun saat ini di Kota Tasik belum ditemukan kasus ini, kami imbau kepada warga untuk terus menerapkan pola hidup sehat di tengah penyebaran virus ini," kata Asep saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026) siang.
Asep menjelaskan, secara umum virus influenza H3N2 Subclade K memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan Covid-19, terutama dalam hal penularan. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi hal yang sangat penting.
"Pencegahan pengendaliannya pun yang paling utama pertama kali harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Dan juga batasi penggerakan, jika sakit jangan beraktivitas keluar dulu," tuturnya.
Ia menambahkan, virus ini tergolong tidak biasa karena untuk memastikan penyembuhan diperlukan pemeriksaan lanjutan. Meski demikian, gejala yang ditimbulkan masih menyerupai flu pada umumnya.
"Tidak jauh berbeda dengan flu biasa, meskipun penularannya cenderung lebih cepat. Jadi flu ini bermutasi dari segala macam, kalau flu biasa ke orang sakit tidak menimbulkan hal lain," jelasnya.
Menurut Asep, virus influenza H3N2 Subclade K memiliki kemampuan bertahan hidup dan bermutasi, sehingga pencegahan harus dilakukan secara disiplin, terutama dengan menjaga daya tahan tubuh.
"Jadi ini perlu dijaga dengan pola hidup dan makan serta asupan vitamin yang teratur, kalau sakit tidak keluar, jaga jarak, dan pake APD walaupun di rumah bagi yang sakit," ujarnya.
Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa kondisi musim hujan turut mempengaruhi meningkatnya kerentanan masyarakat terhadap penyakit, termasuk flu dan infeksi saluran pernapasan.
"Imun tubuh sangat berpengaruh dengan intensitas tinggi, ditambah pada musim penghujan yang saat ini tengah melanda. Suhu tubuh sekarang menyebabkan penyakit lebih mudah berkembang makanya banyak yang demam, batuk dan flu," pungkasnya.