Ikuti Kami :

Disarankan:

2.600 Warga Kota Tasikmalaya Positif TBC, Dinkes Gencarkan Program TOSS di CFD Cilembang

Minggu, 09 November 2025 | 18:06 WIB
2.600 Warga Kota Tasikmalaya Positif TBC, Dinkes Gencarkan Program TOSS di CFD Cilembang
2.600 Warga Kota Tasikmalaya Positif TBC, Dinkes Gencarkan Program TOSS di CFD Cilembang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 2.600 warga terkonfirmasi positif Tuberkulosis (TBC). Saat ini seluruh pasien tersebut tengah menjalani pengobatan yang difasilitasi oleh Dinkes.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 2.600 warga terkonfirmasi positif Tuberkulosis (TBC). Saat ini seluruh pasien tersebut tengah menjalani pengobatan yang difasilitasi oleh Dinkes.

Sebagai langkah pencegahan dan penanganan dini, Dinkes Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Gebyar Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC di kawasan Car Free Day (CFD) Jalur Dua Jalan Cilembang, Kecamatan Cihideung, pada Minggu (9/11/2025) pagi.

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nasional yang dilakukan serentak di delapan provinsi dengan angka kasus TBC tertinggi, termasuk Jawa Barat.

“Data di kita, khusus Kota Tasikmalaya, sekitar 2.600 orang sudah positif TBC dan sedang kita obati. Dari jumlah itu sekitar 50 persen atau sekitar 400 kasus terjadi pada balita. Karena itu, saat rapat di provinsi, Kota Tasikmalaya ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan gebyar ini secara serentak,” ujar dr. Asep.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pengobatan hingga tuntas.

“TB itu bukan penyakit keturunan atau kiriman, melainkan infeksi bakteri yang bisa disembuhkan. Bila ada gejala, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar bisa dideteksi lebih awal. Jika benar positif, obatnya tersedia dan bisa sembuh,” jelasnya.

Asep menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya terus menggaungkan pesan temukan, obati, sampai sembuh. “Kalau sudah ditemukan, harus diobati sampai tuntas. Pengobatan TBC memang jangka panjang, sekitar enam bulan, dan harus dilakukan sampai sembuh agar tidak menular kembali,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dinkes juga terus melakukan investigasi epidemiologi guna memutus mata rantai penyebaran TBC di Kota Tasikmalaya.

“Penularannya melalui droplet, seperti batuk atau bersin, sama halnya dengan Covid-19. Bedanya, proses penyembuhannya cukup panjang, sehingga kesadaran dan kedisiplinan pasien sangat penting,” pungkas dr. Asep.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement