TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Aksi kekerasan jalanan oleh kelompok bermotor kembali memakan korban di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. Seorang remaja pria berstatus pelajar berinisial ZA (16) menjadi korban kebiadaban geng motor bersenjata tajam di kawasan Jalan Raya Cibanjaran, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya pada Sabtu (6/6/2026) dini hari sekira pukul 04.00 WIB. Korban menderita luka bacok serius di bagian tangan saat berupaya menyelamatkan lehernya dari sabetan senjata tajam.
Mendapat laporan insiden berdarah tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Proses cek dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin langsung oleh Kapolsek Mangkubumi Iptu Ipan Faisal, S.IP, dengan didampingi Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jonih Jonansa, Pawas Ipda Eris, serta diperkuat oleh Tim Unit Inafis bersama Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Jonih Jonansa, membeberkan bahwa peristiwa tragis ini bermula saat korban ZA bersama beberapa rekannya baru saja keluar dari rumah temannya sekira pukul 03.30 WIB dengan maksud untuk pergi ke sebuah warung di daerah Mangkubumi. Namun, petaka datang saat mereka hendak menempuh jalan pulang dan melintasi kawasan Jalan Raya Cibanjaran.
"Pada saat korban melihat ke belakang, korban dikejar oleh sekelompok kendaraan bermotor R2 dengan membawa sajam," ujar Ipda Jonih Jonansa saat memberikan keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan saksi di lapangan, kelompok pelaku diperkirakan merupakan sebuah geng motor yang bergerak beriringan menggunakan sekitar 5 sampai 6 unit sepeda motor dengan jumlah massa mencapai 15 orang. Salah satu kendaraan yang digunakan oleh terduga pelaku utama teridentifikasi jenis Honda Sonic berwarna merah.
Melihat bahaya mengancam, korban yang saat itu berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha WR warna biru sempat memacu kendaraannya untuk melarikan diri. Namun, laju kendaraan korban berhasil dipepet dan dipotong secara paksa oleh para pelaku. Tanpa basa-basi, salah seorang pelaku langsung mengayunkan senjata tajam berukuran besar ke arah bagian leher korban.
Dalam kondisi terdesak dan terancam kehilangan nyawa, korban ZA secara refleks mengangkat tangan kanannya untuk menangkis hantaman senjata tajam tersebut. Akibatnya, tebasan sajam itu mendarat telak dan melukai tiga jari tangan kanan korban secara mengenaskan. Korban mengalami luka sobek parah dari jari telunjuk hingga jari manis, bahkan dilaporkan mengalami putus pada bagian urat atau tendon jari tengahnya. Setelah melihat korbannya bersimbah darah, kelompok pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke arah Jalan Mangin.
Kebrutalan kelompok geng motor ini ternyata tidak berhenti sampai di situ. Rekan korban bernama Azis, yang saat itu berboncengan tiga bersama Haykal dan Azka menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam, juga tidak luput dari sasaran amukan pelaku.
Saat situasi dicekam kepanikan, para pelaku sempat melayangkan sabetan senjata tajam jenis arit atau celurit berukuran raksasa dengan panjang gagang mencapai 1,5 meter ke arah rekan korban. Beruntung, sabetan tersebut tidak mengenai tubuh pengendara. Namun, saking kerasnya hantaman itu, senjata celurit tersebut menancap kuat di bagian speedometer dan terbawa oleh sepeda motor Yamaha Aerox milik rekan korban yang langsung kabur menyelamatkan diri.
Melihat ZA terluka parah di TKP, rekan korban yang tersisa dibantu warga sekitar langsung mengevakuasi korban menuju ruang instalasi gawat darurat RSUD dr. Soekardjo guna mendapatkan penanganan medis darurat. Kasus ini kemudian secara resmi dilaporkan oleh orang tua korban, Deni Herdiani (49), ke pihak kepolisian.
Hingga saat ini, pihak Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota bersama Polsek Mangkubumi masih terus melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok pelaku yang sudah meresahkan masyarakat tersebut. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti penting guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.
"Untuk kendaraan dan barang bukti diamankan di Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota," tegas Ipda Jonih Jonansa.