Ikuti Kami :

Disarankan:

Fakta Baru Teror Kelompok Bermotor di Mangkubumi Tasikmalaya: Pelaku Serang Dua Kali, Celurit Sempat Tertancap di Speedometer

Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:47 WIB
Watermark
Fakta Baru Teror Kelompok Bermotor di Mangkubumi Tasikmalaya: Pelaku Serang Dua Kali, Celurit Sempat Tertancap di Speedometer. Foto: Denden.

Pihak kepolisian berhasil mengungkap fakta baru yang mengejutkan terkait aksi teror mencekam sekelompok geng motor bersenjata tajam di Jalan Raya Cibanjaran, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Pihak kepolisian berhasil mengungkap fakta baru yang mengejutkan terkait aksi teror mencekam sekelompok geng motor bersenjata tajam di Jalan Raya Cibanjaran, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Kelompok berandalan bermotor yang diperkirakan berjumlah 15 orang tersebut ternyata melancarkan serangan brutal sebanyak dua kali secara beruntun ke dua sepeda motor korban yang berbeda.

Fakta tersebut terungkap usai jajaran Polsek Mangkubumi bersama Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan pendalaman dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti utama berupa sebilah celurit raksasa bergagang besi yang sempat tertinggal di kendaraan rekan korban.

Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Jonih Jonansa, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan konfirmasi barang bukti, komplotan geng motor tersebut bergerak sangat agresif. Serangan pertama mendarat di motor Yamaha WR warna biru yang dikendarai korban ZA (16). Sabetan senjata tajam yang mengarah ke leher berhasil ditangkis korban hingga mengakibatkan jari tangan kanan korban nyaris putus.

Tak puas sampai di situ, pelaku kembali mengayunkan senjata tajamnya ke arah motor kedua, yaitu Yamaha Aerox warna hitam yang ditumpangi oleh rekan-rekan korban yakni Azis, Haykal, dan Azka. Pada serangan kedua inilah senjata jenis arit atau celurit raksasa milik pelaku tertancap kuat di bagian dasbor depan motor rekan korban.

"Celuritnya nempel di sini (speedometer), berarti nyerang dua kali, satu kena tangan, satu kena motor," kata Ipda Jonih Jonansa saat memberikan keterangan, Sabtu (6/6/2026) malam.

Ipda Jonih kembali menegaskan runtutan serangan tersebut untuk menggambarkan betapa fatalnya niat para pelaku di lapangan saat mengejar rombongan remaja tersebut.

"Jadi penyerangannya dua kali, yang motor WR mah dibacok ditangkis kena tangan, yang satu lagi mah ke Aerox kena motor. Nah celuritnya ketinggal di sini, di speedometer," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, pihak kepolisian membeberkan alasan mengapa senjata tajam tersebut tidak langsung diserahkan saat korban dievakuasi ke RSUD dr. Soekardjo. Berdasarkan pengakuan saksi, situasi di lapangan setelah kejadian sangat mencekam sehingga memicu kepanikan luar biasa pada psikologis para remaja tersebut.

Rekan korban yang mengendarai motor Yamaha Aerox sempat memacu kendaraannya dalam kondisi sajam masih menancap di area kemudi. Karena didera rasa takut yang luar biasa setelah melihat rekannya bersimbah darah dan khawatir dikejar kembali oleh kelompok pelaku, saksi akhirnya mencabut celurit tersebut lalu membuangnya di tepi jalan raya sebelum mereka sampai ke rumah sakit.

"Cuman korban takut, celuritnya dibuang di jalan," ungkap Ipda Jonih Jonansa. Petugas kepolisian yang bergerak cepat akhirnya berhasil menyisir rute pelarian korban dan menemukan senjata tajam berukuran sekitar 1,5 meter tersebut untuk dijadikan barang bukti utama.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota bersama Unit Reskrim Polsek Mangkubumi masih terus menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Jalan Raya Cibanjaran hingga ke arah Jalan Mangin yang menjadi rute pelarian kelompok pelaku.

Polisi memprioritaskan pengejaran terhadap rombongan yang menggunakan 5 sampai 6 sepeda motor, di mana eksekutor utama diidentifikasi menggunakan sepeda motor Honda Sonic berwarna merah. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau melihat pergerakan kelompok tersebut pada dini hari tadi untuk segera melapor ke nomor layanan 110 atau langsung mendatangi kantor polisi terdekat demi mempercepat proses penangkapan para pelaku.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement