Ikuti Kami :

Disarankan:

BEM Faperta Unsil Tasikmalaya Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Bangun Ruang Dialektika Mahasiswa

Jumat, 15 Mei 2026 | 09:35 WIB
BEM Faperta Unsil Tasikmalaya Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Bangun Ruang Dialektika Mahasiswa
BEM Faperta Unsil Tasikmalaya Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Bangun Ruang Dialektika Mahasiswa. Foto: Istimewa

BEM Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film Pesta Babi di Sekretariat BEM Fakultas Pertanian Unsil Kampus 2, Kecamatan Tamansari

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film Pesta Babi di Sekretariat BEM Fakultas Pertanian Unsil Kampus 2, Kecamatan Tamansari, Kamis (14/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa lintas angkatan Fakultas Pertanian dan menjadi ruang diskusi terbuka untuk membangun budaya dialektika di lingkungan kampus.

Setelah pemutaran film, para peserta terlibat dalam diskusi interaktif yang membahas berbagai simbol, pesan, serta isu sosial yang diangkat dalam film tersebut dan dikaitkan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.

Ketua Umum BEM Fakultas Pertanian Unsil, Alik Abidin, mengatakan film Pesta Babi dipilih karena dinilai memiliki keterkaitan dengan isu ketimpangan sosial, dinamika kekuasaan, serta realitas yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media refleksi bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap berbagai persoalan sosial dan mampu melihat fenomena sosiopolitik dari berbagai sudut pandang.

“Mahasiswa adalah penyambung lidah masyarakat. Melalui film dan diskusi ini, kami ingin menegaskan bahwa semangat perlawanan dan kepedulian sosial dari kampus harus tetap hidup,” ujar Alik.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat di wilayah timur Indonesia yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan sosial dan ketidakadilan.

“Di manapun kami berada, kami akan tetap membela saudara-saudara kami dari segala bentuk penindasan,” tegasnya.

BEM Faperta Unsil berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai ruang edukasi, diskusi, dan penguatan kesadaran kritis mahasiswa terhadap isu-isu sosial di masyarakat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement