Ikuti Kami :

Disarankan:

Bosan Daging Kurban Disate, Warga Tasikmalaya Serbu Penggilingan Bakso di Pasar Cikurubuk Hingga Omzet Naik 100 Persen

Kamis, 28 Mei 2026 | 13:17 WIB
Watermark
Bosan Daging Kurban Disate, Warga Tasikmalaya Serbu Penggilingan Bakso di Pasar Cikurubuk Hingga Omzet Naik 100 Persen. Foto: Kristian.

Fenomena menarik terlihat di kawasan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya pasca-perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sejumlah lapak jasa penggilingan daging di pasar tradisional terbesar di Priangan Timur ini tampak dipenuhi oleh barisan warga yang mengantre sejak pagi hari.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Fenomena menarik terlihat di kawasan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya pasca-perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sejumlah lapak jasa penggilingan daging di pasar tradisional terbesar di Priangan Timur ini tampak dipenuhi oleh barisan warga yang mengantre sejak pagi hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (28/5/2026) pagi, masyarakat berbondong-bondong datang dengan menjinjing kantong plastik berisi daging kurban hasil pembagian sehari sebelumnya. Daging-daging tersebut sengaja dibawa untuk diolah menjadi adonan bakso siap cetak. Kesibukan luar biasa pun terlihat dari para pegawai penggilingan yang terus berpacu melayani tingginya permintaan konsumen.

Salah seorang warga asal Kecamatan Kawalu, Erom Ropiah (63), mengaku sengaja meluangkan waktu ke Pasar Cikurubuk agar daging jatah kurban yang didapatnya bisa disulap menjadi kuliner bakso untuk disantap bersama keluarga besarnya.

"Ini dibuat untuk bakso, buat konsumsi sendiri saja. Ini hasil dari kemarin dapat daging kurban," ujar Erom Ropiah saat ditemui di sela-sela antrean, Kamis (28/5/2026) pagi.

Erom membeberkan, tahun ini dirinya mendapatkan alokasi daging kurban dari panitia setempat sebanyak 3 kilogram. Dirinya memilih opsi menggiling daging karena mengaku sudah mulai merasa bosan jika komoditas tersebut diolah dengan cara konvensional seperti dibakar menjadi sate.

"Ini tiga kilo yang digiling, Total 25 ribu. Udah biasa setiap kurban langsung digiling. Bosen, mending dibuat bakso," ucap Erom menambahkan.

Kondisi panen rezeki ini turut diamini oleh Angga, salah seorang pemilik jasa penggilingan daging di Pasar Cikurubuk. Ia membenarkan bahwa pasca-lebaran kurban, eskalasi kunjungan warga yang ingin memproses daging kurbannya menjadi adonan bakso mengalami lompatan yang sangat signifikan.

"Agak ramai yah beda dengan biasanya, soalnya para pedagang bakso kurang ya, soalnya banyak yang ngegiling bakso, dari daging kurban," kata Angga menceritakan pergeseran karakteristik pelanggannya.

Angga mengungkapkan, lonjakan omzet operasional di lapak usahanya meroket hingga dua kali lipat jika disandingkan dengan hari-hari biasa. Meskipun saat ini kompetisi usaha sejenis sudah semakin menjamur di sudut pasar, ceruk keuntungan yang didapatnya pada musim Iduladha kali ini tetap terasa manis.

"Ada kenaikan 50 sampai 100 persen, sekarang banyak penggilingan, jadi agak berkurang," beber Angga.

Dari hasil interaksinya dengan para pelanggan baru tersebut, Angga menangkap kesimpulan senada bahwa kejenuhan menu sate menjadi stimulus utama mengapa komoditas daging ini dialihkan ke menu bakso.

"Kalau saya tanya agak bosen kalau disate katanya, jadi pilihannya dibikinin bakso," jelas Angga tersenyum.

Untuk urusan tarif, Angga mematok biaya jasa pengolahan yang sangat ekonomis dan terjangkau, yakni hanya Rp5.000 per kilogram daging yang digiling. Ia memprediksi, tren keramaian musiman ini akan terus bertahan dan bergulir hingga beberapa pekan ke depan seiring masih banyaknya simpanan stok daging di lemari es warga.

"Harga satu kilo kita Rp5.000. Ini bakalan ramai sampai 3 hari, seminggu satu bulan juga ada," pungkas Angga mengakhiri wawancara.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement