Ikuti Kami :

Disarankan:

Bupati Ciamis Tekankan Digitalisasi untuk Dongkrak PAD dan Transparansi Pajak Daerah

Kamis, 31 Juli 2025 | 17:58 WIB
Watermark
Bupati Ciamis Tekankan Digitalisasi untuk Dongkrak PAD dan Transparansi Pajak Daerah. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian L.

Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi meluncurkan program digitalisasi pelayanan publik bertajuk "Pasti Manis Galuh Go Digital – Hot Maknyus Berhadiah", Kamis (31/7/2025). Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi meluncurkan program digitalisasi pelayanan publik bertajuk "Pasti Manis Galuh Go Digital – Hot Maknyus Berhadiah", Kamis (31/7/2025). Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Peluncuran digelar di Gedung Islamic Center Ciamis dan melibatkan seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Ciamis.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan kepercayaan publik dan transparansi pemerintahan.

“Digitalisasi ini penting. InsyaAllah akan mengurangi kebocoran, meningkatkan kepercayaan, dan mendorong peningkatan PAD. Saat ini PAD kita masih sangat rendah, peringkat ke-24 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat,” ujarnya.

Herdiat menyebut, kemampuan fiskal Ciamis hanya sebesar Rp311 miliar, tertinggal jauh dari daerah lain yang mampu menyentuh angka Rp6 triliun.

“Omong kosong Ciamis bisa maju kalau PAD hanya sekitar Rp100 miliar yang bisa digunakan. Maka saya minta para pimpinan OPD dan kepala desa ikut aktif mencari dukungan anggaran ke provinsi dan pusat,” tegas Herdiat.

Melalui program “Pasti Manis”, masyarakat kini bisa mengurus dokumen kependudukan langsung di desa atau kelurahan tanpa harus ke kantor Disdukcapil. Sementara itu, inovasi “Hot Maknyus” (Hotel, Hiburan, Makan Minum Upload Struk) mendorong masyarakat membayar pajak secara digital menggunakan QRIS dengan berkesempatan mendapatkan hadiah menarik, seperti iPhone, tab, hingga pulsa.

Namun, Herdiat juga mengingatkan bahwa digitalisasi harus disertai dengan pendidikan moral. Ia menyinggung maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak, perundungan disekolah, hingga kasus pelanggaran oleh oknum aparatur desa dan guru. 

Ia menyebut, hal ini sebagian merupakan dampak negatif dari digitalisasi yang disalahgunakan. “Pendidikan akhlak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab kurikulum provinsi,” tegasnya.

Tak hanya itu, Herdiat mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan seiring Ciamis tengah dinilai dalam ajang Adipura.

“Kita pernah menjadi yang terbaik di Jawa Barat, bahkan Indonesia, dengan Adipura Kencana. Kuncinya gotong royong, bukan hanya anggaran,” ungkapnya.

Kepala Bapenda Ciamis, Aef Saefuloh, menambahkan bahwa digitalisasi juga bertujuan meningkatkan kesadaran pajak. Melalui aplikasi Maknyus, masyarakat bisa mengunggah struk pajak restoran atau hotel untuk mendapatkan hadiah.

“Jangan takut mengenakan pajak 10 persen, masyarakat sudah paham. Kalau daerah lain bisa, kenapa kita tidak,” kata Aef.

Ia menyebut realisasi PAD saat ini sudah mencapai 56 persen, dengan kontribusi besar dari sektor PBB, pajak reklame, hingga pajak kendaraan bermotor.

“Kami ultimatum internal, setiap hari harus ada uang masuk ke kas daerah. Ini ukuran kinerja,” tegasnya.

Potensi besar juga datang dari sektor PKB dan BBN-KB, yang hingga kini sudah hampir Rp32 miliar.

Dengan peluncuran program ini, Pemkab Ciamis berharap mampu mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel, serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement