Peringatan: Artikel ini memuat informasi tentang tindakan bunuh diri. Jika Anda sedang mengalami tekanan mental, stres berat, atau merasa putus asa, segera konsultasikan ke layanan kesehatan jiwa atau profesional terdekat. Anda tidak sendiri, bantuan tersedia.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Warga Kampung Karangsirna, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tewas dalam posisi tergantung pada Senin (8/6/2026) sore. Korban yang diketahui berinisial S (38), seorang buruh harian lepas asal Kecamatan Sukarame, nekat mengakhiri hidupnya di langit-langit dapur rumah milik kerabatnya diduga akibat depresi berat yang dipicu oleh permasalahan keluarga.
Mendapat laporan adanya peristiwa tersebut, jajaran kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota dan Polsek Karangjaya langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Proses pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipimpin langsung oleh Pawas Ipda Devi Budi R, S.H., bersama Pamapta II Ipda Rifanto Zaki, S.H., M.H., serta diperkuat oleh Tim Unit Inafis dan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota.
Pamapta II Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Rifanto Zaki, S.H., M.H., membeberkan bahwa peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekira pukul 15.30 WIB. Penemuan jasad korban bermula saat seorang saksi setempat berinisial TY (50) datang berkunjung ke lokasi kejadian dengan maksud untuk menengok kondisi korban S.
"Sekira jam 15.30 WIB saksi 1 masuk ke TKP dengan maksud untuk menengok korban, akan tetapi diketahui korban sudah dalam keadaan tergantung di plafon dapur dengan menggunakan tali kain," ujar Ipda Rifanto Zaki dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026) malam.
Melihat pemandangan memilukan di bagian dapur rumah milik Sdri. T tersebut, saksi TY yang syok langsung berlari keluar untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada ayah kandung korban, E (65), serta seorang saksi lainnya berinisial Y (40). Ketiganya kemudian segera kembali ke TKP untuk memastikan kondisi korban yang ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan di lapangan, polisi mengungkap fakta pilu di balik motif aksi nekat yang dilakukan oleh buruh harian lepas tersebut. Berdasarkan kesaksian dari sang ayah kandung, korban S diketahui telah mengalami gangguan kesehatan mental dan depresi yang cukup dalam selama beberapa tahun terakhir.
"Menurut keterangan saksi 2 (ayah korban), korban mengalami sakit gangguan mental atau depresi sejak tahun 2023 yang dipicu permasalahan keluarga, yakni perceraian," kata Ipda Rifanto Zaki menjelaskan latar belakang psikologis korban.
Guna menyembuhkan kondisi kejiwaannya tersebut, pihak keluarga selama ini sudah berupaya maksimal dengan membawa korban S untuk berobat ke beberapa tempat pengobatan tradisional, namun kondisi depresinya dilaporkan kerap kambuh kembali.
Setelah dilakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota, jenazah korban langsung dievakuasi dari ikatan tali kain. Pihak keluarga besar korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian S secara lapang dada dan menganggap peristiwa memilukan ini sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa.
Keluarga juga secara resmi menolak untuk dilakukan proses hukum lanjutan maupun autopsi terhadap jasad korban. Seluruh proses evakuasi di dalam rumah berjalan dengan aman dan lancar. Usai dilakukan pemeriksaan luar, jenazah S langsung dimandikan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dibawa ke kampung halamannya di Sukarame guna dimakamkan secara layak.