TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Komunitas pesepeda di Kota Tasikmalaya kini rutin menggalang gerakan Critical Mass (CM) setiap hari Jumat di pekan terakhir setiap bulannya. Gerakan kolektif ini hadir sebagai format baru menggantikan kegiatan Night Ride sebelumnya, dengan membawa misi menuntut hak, kesetaraan, serta keselamatan pesepeda di ruang publik.
Aksi Critical Mass Tasikmalaya terbaru diinisiasi oleh komunitas Tasik Urban Cyclist pada Jumat (26/6/2026) malam dengan rute mengelilingi jalur protokol pusat Kota Tasikmalaya. Gerakan ini mengadopsi konsep kampanye global yang lahir pertama kali di San Francisco pada tahun 1992. Ciri utamanya adalah bersifat leaderless atau tanpa struktur kepemimpinan tetap, sehingga mengedepankan partisipasi yang setara bagi seluruh pesepeda.
Seiring berjalannya waktu, akun media sosial resmi Critical Mass Tasikmalaya juga telah diluncurkan pada pelaksanaan volume kedua. Akun tersebut diproyeksikan sebagai wadah kolaborasi terbuka bagi semua komunitas, genre, dan jenis sepeda tanpa memandang latar belakang kelompok.
Salah seorang peserta aksi, Didan Maulana, menegaskan bahwa gerakan ini memiliki esensi yang jauh lebih mendalam daripada sekadar agenda gowes malam biasa.
"Critical Mass menjadi ruang konkret untuk menunjukkan eksistensi pesepeda di jalan raya. Kami ingin mengingatkan kembali kepada publik dan pemangku kebijakan bahwa jalanan kota harus ramah dan aman bagi semua pengguna, bukan hanya kendaraan bermotor," kata Didan di sela-sela aksi.
Didan menambahkan, aksi ini bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang peduli pada isu lingkungan dan transportasi berkelanjutan. Selain menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas, kegiatan ini menjadi media penyampaian aspirasi damai atas masih minimnya fasilitas infrastruktur ramah sepeda di Kota Tasikmalaya.
Dengan mengusung prinsip safety in numbers (aman dalam jumlah banyak), para pesepeda meyakini mereka akan lebih terlihat oleh pengendara lain dan minim risiko kecelakaan saat bergerak bersama dalam satu barisan.
"Tujuan besarnya adalah mendorong budaya share the road atau berbagi jalan yang sehat. Kami menekankan agar pemerintah daerah serta masyarakat luas sadar akan pentingnya penyediaan jalur sepeda yang layak dan terintegrasi di Kota Tasikmalaya," pungkas Didan.