Ciamis, NewsTasikmalaya.com – Cuaca ekstrem yang melanda beberapa waktu terakhir diduga menjadi pemicu lonjakan harga tomat di Pasar Manis, Ciamis.
Para petani tomat kesulitan memenuhi permintaan pasar akibat cuaca yang tak menentu, menyebabkan pasokan berkurang dan harga melonjak dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Ciamis, Yuyun, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini telah terjadi sejak lima hari yang lalu.
“Dulu harga tomat yang saya jual sekitar Rp 8.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp 12.000 per kilogram,” ujarnya pada Selasa (13/5/2025).
Kenaikan harga ini tentu mengeluhkan banyak pembeli. Yuyun menambahkan, banyak pelanggan yang terpaksa mengurangi jumlah pembelian mereka.
“Biasanya mereka membeli satu atau dua kilogram, sekarang hanya membeli seperempat kilogram, itu pun jarang,” tambahnya.
Tak hanya tomat, harga mentimun juga mengalami kenaikan signifikan. Yuyun menjelaskan bahwa pasokan mentimun di tingkat grosir terbatas.
“Saya bahkan tidak bisa berjualan mentimun karena stok di bandar besar sudah habis,” kata Yuyun.
Sani, salah seorang pembeli, juga mengungkapkan keluhannya.
“Selain untuk sambal, tomat juga sering digunakan untuk berbagai masakan. Kalau harganya naik, saya jadi bingung, apalagi keluarga saya suka sambal tomat,” ujar Sani.
Meski kenaikan harga tomat hanya sekitar Rp 4.000, Sani merasa dampaknya cukup besar terhadap anggaran belanjanya.
“Empat ribu itu bisa saya pakai untuk membeli bahan lain, seperti bumbu atau sayur,” ujarnya.
Sani berharap harga tomat dan komoditas sayuran lainnya di Pasar Ciamis segera kembali normal, agar pembeli dapat berbelanja dengan nyaman.