Ikuti Kami :

Disarankan:

Desa Kujangsari Kota Banjar Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Rabu, 03 Desember 2025 | 17:52 WIB
Desa Kujangsari Kota Banjar Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar
Desa Kujangsari Kota Banjar Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar. Foto: Istimewa.

Pemerintah Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, meluncurkan riset mesin pengolah plastik menjadi bahan bakar. Inovasi ini dinilai sebagai langkah konkret menghadapi masalah limbah yang kian mendesak.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Pemerintah Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, meluncurkan riset mesin pengolah plastik menjadi bahan bakar. Inovasi ini dinilai sebagai langkah konkret menghadapi masalah limbah yang kian mendesak.

Mesin yang digagas oleh Aino Sukirno bekerja dengan prinsip pirolisis, yakni memanaskan sampah plastik pada suhu tinggi tanpa oksigen. Dari proses tersebut, dihasilkan tiga produk utama yaitu bahan bakar cair (fuel oil), gas, dan residu padat. Plastik yang sebelumnya sulit terurai kini bisa berubah menjadi sumber energi alternatif.

“Mesin ini mampu mengolah berbagai jenis plastik, mulai dari PP (polypropylene), PE (polyethylene), hingga PS (polystyrene),” ungkap peneliti mesin pengolahan, Aino, Rabu (3/12/2025).

Dalam satu kali proses, mesin berkapasitas menengah dapat menghasilkan bahan bakar setara solar dan pertalite. "Produk ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan industri atau diolah lebih lanjut agar memenuhi standar tertentu," katanya.

"Tidak hanya mengurangi volume sampah, teknologi ini juga memberi nilai ekonomis. Setiap kilogram plastik yang diproses menghasilkan bahan bakar yang bisa dijual kembali, membuka peluang bisnis berbasis lingkungan," sambungnya.

Kepala Desa Kujangsari, Mujahid, menilai cara ini lebih efisien dibanding penimbunan atau pembakaran terbuka untuk menekankan pentingnya regulasi dan pengawasan ketat. 

“Proses pirolisis yang tidak memenuhi standar bisa menghasilkan polutan berbahaya. Karena itu, implementasi mesin harus diikuti pelatihan operator serta pengujian berkala,” ujarnya.

Hadirnya teknologi ini disebut sebagai langkah progresif menuju ekonomi sirkular. Jika diterapkan konsisten dan sesuai standar, mesin pengolah plastik menjadi bahan bakar diyakini mampu menjadi solusi nyata atas persoalan sampah yang membebani masyarakat Banjar. 

“Kami harus jadi pelaku industri. Masyarakat ditantang memanfaatkannya secara bijak demi lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Mujahid.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement