TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Sebuah rekaman video amatir yang sempat diabadikan oleh warga saat detik-detik seorang pria hendak melompat dari Jembatan Cirahong di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak viral dan geger di jagat media sosial pada Selasa (2/6/2026) pagi.
Beruntung, aksi nekat pria yang berniat mengakhiri hidupnya dari atas jembatan berketinggian sekitar 66 meter di atas permukaan Sungai Citanduy tersebut berhasil digagalkan secara dramatis.
Dalam tayangan video amatir yang beredar luas, tampak situasi mencekam ketika pria tersebut menangis sambil duduk pasrah di atas sepeda motornya. Sebelum tubuhnya meluncur ke dasar sungai, ia berhasil ditarik paksa oleh seorang perempuan paruh baya yang diduga kuat merupakan ibu kandungnya sendiri. Bersamaan dengan momen penyelamatan tersebut, terdengar jerit histeris dari warga di sekitar lokasi yang berteriak lantang meminta pertolongan kepada pengendara dan warga lain yang tengah melintas.
Pada cuplikan video amatir lainnya, pria tersebut kemudian berhasil dievakuasi warga ke lokasi yang lebih aman dan ramai di sekitar warung pinggir jalan dekat Jembatan Cirahong. Kendati sudah berada di darat, pria yang mengenakan jersi olahraga hitam kombinasi merah-putih tersebut tak henti-hentinya melawan, mengamuk, dan memberontak dengan sengit. Demi mencegah tindakan destruktif yang membahayakan keselamatan jiwanya, warga setempat terpaksa mengikat tangan dan kakinya menggunakan tali plastik atau rapia berwarna kuning.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Manonjaya Polres Tasikmalaya Kota yang bergerak cepat mendatangi lokasi langsung mengungkap tabir di balik aksi nekat tersebut. Kapolsek Manonjaya, AKP Soni Alamsyah, mengatakan bahwa motif utama yang melatarbelakangi percobaan bunuh diri ini murni karena tekanan ekonomi berat yang memicu konflik rumah tangga. Pelaku diketahui berprofesi sebagai pedagang cilok telor keliling yang biasa mangkal di kawasan Alun-Alun Manonjaya.
"Jadi kronologisnya itu, malemnya kan tiap hari dia jualan cilok telor di alun-alun manonjaya, karena beban hidup dan lain-lain, jadi mentalnya kurang kuat, jadi sama istrinya suka cekcok," ungkap AKP Soni Alamsyah, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen dan keterangan sang istri kepada pihak kepolisian, suaminya belakangan ini memang kerap pulang larut malam dalam kondisi mabuk akibat pengaruh minuman keras bersama rekan-rekannya. Setiap kali pengaruh alkohol tersebut bereaksi setelah pulang ke rumah, sang suami biasanya langsung mengamuk tanpa kendali di dalam rumah.
Puncak frustrasi pelaku terjadi pada Selasa pagi, di mana amukannya dinilai pihak keluarga jauh lebih hebat dari biasanya. Pelaku merusak fasilitas rumah dan memecahkan kaca jendela. Sembari berteriak putus asa bahwa hidupnya sudah tidak berguna lagi dan memikul beban berat, pria tersebut mengancam akan bunuh diri ke Jembatan Cirahong sebelum akhirnya memacu sepeda motornya pergi dari rumah.
Beruntung, niat buruk tersebut berhasil diendus oleh ibu kandungnya yang langsung berinisiatif membuntuti pelaku dari belakang. Setibanya di Jembatan Cirahong, yang merupakan jembatan kereta api legendaris peninggalan Belanda sepanjang 202 meter yang kolong bawahnya biasa diakses kendaraan roda dua itu, pelaku menghentikan motornya tepat di tengah bentangan jembatan dan duduk termenung sambil menangis. Melihat gelagat tersebut, sang ibu langsung berlari menyusul sembari berteriak meminta pertolongan warga.
Mendengar teriakan darurat sang ibu, masyarakat di sekitar jembatan perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis tersebut langsung kompak melakukan penyergapan. Aksi heroik warga yang berujung pada pengamanan pelaku menggunakan tali rapia ini pun seketika viral setelah fotonya diunggah ke platform Facebook.
Insiden ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat sekitar mengingat kawasan Jembatan Cirahong belum genap dua pekan dirundung duka yang sama. Sebelumnya, pada Jumat (22/5/2026) pagi, seorang pria misterius yang mengayuh sepeda dilaporkan tewas setelah nekat melompat dari atas jembatan yang sama ke dasar aliran Sungai Citanduy. Saat ini, pelaku percobaan bunuh diri telah dievakuasi kembali ke rumahnya untuk mendapatkan pengawasan ketat serta pendampingan psikologis dari pihak keluarga dan kepolisian.