TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien, mendadak menggoda Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra untuk berlabuh ke Partai Golkar. Ajakan tersebut terlontar saat Daniel menyampaikan sambutan pada ajang Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya di Ballroom Hotel Harmoni, Jumat (18/9/2026) sore.
Sinyal godaan itu muncul lantaran Daniel memergoki Diky Candra, yang hingga kini belum masuk ke jajaran kepengurusan partai politik mana pun, tampak sangat khusyuk dan menghayati pembacaan Panca Bhakti Golkar dalam susunan acara pembukaan Musda V.
Melihat momen tersebut, Daniel tanpa ragu melontarkan gurauan bernada ajakan di hadapan ratusan kader yang hadir.
"Saya tadi sempat memperhatikan Pak Diky cukup menghayati Panca Bhakti Golkar. Apa perlu kita langsung beri Kartu Tanda Anggota (KTA) Golkar saja, begitu ya," ucap Daniel yang disambut riuh tepuk tangan peserta.
Dalam sambutannya, Daniel menekankan pentingnya kepengurusan DPD Golkar Kota Tasikmalaya di bawah pimpinan baru untuk aktif merekrut figur potensial demi mengembalikan kejayaan partai di Tatar Sukapura.
"Itu untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kota Tasikmalaya," terangnya.
Selain itu, Daniel mengapresiasi kondusivitas Musda V yang menetapkan H. Nurul Awalin secara aklamasi. Menurutnya, hal ini menjadi modal berharga bagi persiapan Pemilu mendatang tanpa harus menguras energi dalam konflik internal.
"Kita punya waktu sekitar dua tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu. Jadi kondusivitas Musda ini harus diapresiasi, dan memberikan semangat agar ke depan Partai Golkar semakin sukses," tegasnya.
Menanggapi godaan terbuka dari pimpinan Golkar Jabar tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menyambutnya secara santai dan terbuka.
"Ya bersyukur atas perhatian yang diberikan dan tentu akan dipertimbangkan tawaran itu," ucap Diky.
Kendati demikian, Diky meluruskan bahwa gesturnya saat pembacaan Panca Bhakti Golkar murni merupakan bentuk penghormatan serta etika keprotokoleran sebagai tamu undangan resmi.
"Jadi kayak Pancasila, tinggal mengikuti apa yang disampaikan MC," pungkasnya.