Ikuti Kami :

Disarankan:

Disdukcapil Kota Tasikmalaya Genjot Perekaman E-KTP, Sasar Pelajar, Difabel hingga Warga yang Sakit

Jumat, 18 Juli 2025 | 13:47 WIB
Disdukcapil Kota Tasikmalaya Genjot Perekaman E-KTP, Sasar Pelajar, Difabel hingga Warga yang Sakit
Disdukcapil Kota Tasikmalaya Genjot Perekaman E-KTP, Sasar Pelajar, Difabel hingga Warga yang Sakit. Foto : NewsTasikmalaya.com/Istimewa.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya terus mengintensifkan pelayanan perekaman data KTP elektronik (E-KTP), termasuk melalui program jemput bola ke sekolah, permukiman warga, hingga rumah sakit.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya terus mengintensifkan pelayanan perekaman data KTP elektronik (E-KTP), termasuk melalui program jemput bola ke sekolah, permukiman warga, hingga rumah sakit.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Disdukcapil Kota Tasikmalaya, Agus Suratman, saat ditemui Jumat (18/7/2025), mengatakan bahwa selain pelayanan di kantor Disdukcapil dan kecamatan, pihaknya juga rutin turun langsung ke lapangan.

"Selain pelaksanaannya di kecamatan dan di Kantor Disdukcapil, kita juga jemput bola ke lapangan. Kita terjun ke daerah-daerah untuk melakukan perekaman, dan update Kartu Keluarga (KK)," ujarnya.

Agus menyebut, mulai Agustus 2025, pihaknya akan melaksanakan perekaman E-KTP di sekolah-sekolah bagi pelajar usia 16 tahun ke atas. Program ini menjadi agenda rutin setiap tahun ajaran baru.

"Insya Allah pada bulan Agustus 2025, siswa sekolah kita akan terjun ke sekolah-sekolah untuk melakukan perekaman untuk usia 16 tahun ke atas. Dimulai nanti Agustus ya, karena tahun ajaran baru. Setiap tahun ajaran baru, kami mengandendakan program itu setiap tahunnya jemput bola ke sekolah-sekolah," jelasnya.

Disdukcapil menargetkan sekitar 6.000 warga yang belum melakukan perekaman E-KTP dapat segera terlayani.

"Targetnya kita menyisakan sekitar enam ribu yang belum direkam, mudah-mudahan secepatnya bisa terpenuhi," tambah Agus.

Tak hanya pelajar, program jemput bola juga menyasar warga berkebutuhan khusus, termasuk penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Mereka punya hak yang sama, sama warga negara Indonesia. Kita ikut andil di dalamnya, bagaimana kaum difabel atau disabilitas dan ODGJ, diakui bukan saja oleh masyarakat, tapi oleh pemerintah," terang Agus.

"Dia punya hak yang sama, untuk mendapatkan layanan, termasuk pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya. Ini sudah biasa dilakukan, kalau ada informasi kami langsung terjun. Kemudian disamping perekaman, kita juga berikan bantuan ke mereka," tambahnya.

Perekaman E-KTP juga dilakukan terhadap warga yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.

"Termasuk kemarin kita terjun ke rumah sakit, ada warga yang sakit, kita rekam langsung di sana. Kami melayani, agar warga itu bisa memiliki E-KTP," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement