Ikuti Kami :

Disarankan:

Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Kota Tasikmalaya Soroti Kondisi Armada Tangki Air yang Menua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:56 WIB
Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Kota Tasikmalaya Soroti Kondisi Armada Tangki Air yang Menua
Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Kota Tasikmalaya Soroti Kondisi Armada Tangki Air yang Menua. Foto: Istimewa

Menjelang musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menghadapi tantangan dalam kesiapan armada operasional.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Menjelang musim kemarau 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menghadapi tantangan dalam kesiapan armada operasional. 

Salah satu kendaraan tangki air yang selama ini digunakan untuk membantu penanganan krisis air bersih dan berbagai kebutuhan kebencanaan dilaporkan membutuhkan perbaikan.

Kondisi armada tersebut dinilai sudah cukup memprihatinkan. Selain usia kendaraan yang tidak lagi muda, sejumlah bagian kendaraan mulai mengalami penurunan fungsi, mulai dari kondisi bodi yang lapuk hingga cat tangki yang mengelupas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Komarudin ST, mengatakan saat ini BPBD memiliki dua unit mobil tangki air yang masih beroperasi. Namun, salah satu kendaraan memerlukan perawatan dan perbaikan agar tetap optimal saat digunakan di lapangan.

“Sebetulnya dua-duanya masih bisa beroperasi, tetapi usianya sudah cukup lama. Kalau ada anggaran, tentu perlu dilakukan perbaikan,” ujar Komarudin saat ditemui di kantornya, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, mobil tangki air memiliki peran penting dalam mendukung penanganan bencana, terutama saat musim kemarau ketika sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekurangan pasokan air bersih.

BPBD mencatat kebutuhan armada tangki air biasanya meningkat ketika terjadi kekeringan, karena kendaraan tersebut digunakan untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Komarudin menjelaskan, perbaikan yang dibutuhkan sebenarnya tidak tergolong berat. Beberapa komponen yang perlu mendapat perhatian antara lain penggantian ban, pengecatan ulang tangki, serta perbaikan sejumlah bagian mesin yang mulai mengalami penurunan performa.

“Yang dibutuhkan lebih kepada perawatan dan pembenahan. Minimal penggantian ban, pengecatan ulang, dan beberapa komponen mesin yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Kendati demikian, keterbatasan anggaran pemeliharaan menjadi salah satu kendala yang membuat proses perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Ia mengakui, setiap tahun memang tersedia anggaran pemeliharaan kendaraan. Namun jumlahnya masih terbatas sehingga harus disesuaikan dengan berbagai kebutuhan operasional lainnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPBD Kota Tasikmalaya tidak hanya berharap pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga berupaya mencari alternatif bantuan dari pemerintah pusat.

Salah satu langkah yang telah ditempuh adalah mengajukan dukungan kepada **Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)** guna membantu pemenuhan kebutuhan armada maupun perbaikan sarana pendukung kebencanaan.

“Sudah kami ajukan juga ke BNPB sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan bantuan,” kata Komarudin.

BPBD berharap perbaikan armada dapat segera terealisasi sehingga kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau maupun berbagai potensi bencana lainnya tetap terjaga. Dengan kondisi kendaraan yang prima, pelayanan kepada masyarakat saat terjadi krisis air bersih maupun keadaan darurat lainnya dapat berjalan lebih optimal.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement