Ikuti Kami :

Disarankan:

Diskusi Budaya dan Nobar Persib vs Persija, Mengulas Sepak Bola dari Permainan Rakyat hingga Industri

Minggu, 11 Januari 2026 | 09:28 WIB
Diskusi Budaya dan Nobar Persib vs Persija, Mengulas Sepak Bola dari Permainan Rakyat hingga Industri
Diskusi Budaya dan Nobar Persib vs Persija, Mengulas Sepak Bola dari Permainan Rakyat hingga Industri. Foto: Istimewa

Sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan sosial masyarakat. Berangkat dari pemahaman tersebut, Komunitas Cermin menggelar Diskusi Budaya dan Nonton Bareng (Nobar) laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, yang dikemas dalam tema besar “Sepak Bola antara Permainan, Olahraga, dan Industri”.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan sosial masyarakat. Berangkat dari pemahaman tersebut, Komunitas Cermin menggelar Diskusi Budaya dan Nonton Bareng (Nobar) laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, yang dikemas dalam tema besar “Sepak Bola antara Permainan, Olahraga, dan Industri”.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu (11/1/2025) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai Nobar, bertempat di Buleud Gallery & Studio, Jalan Pemuda No. 1, Kota Tasikmalaya.

Sepak bola sejak lama dikenal sebagai permainan rakyat yang hidup di tengah masyarakat. Hampir setiap orang, khususnya kaum laki-laki, memiliki pengalaman masa kecil bermain sepak bola di lapangan kampung. Seiring waktu, sepak bola kemudian berkembang menjadi olahraga wajib di sekolah-sekolah, hingga kini bertransformasi menjadi industri besar dengan nilai ekonomi tinggi.

Lapangan sepak bola kini diibaratkan seperti pabrik, sementara para pemain memiliki nilai jual layaknya komoditas di etalase pasar modern. Fenomena inilah yang akan menjadi bahan utama diskusi, untuk mengajak masyarakat melihat sepak bola secara lebih utuh—tidak hanya dari sisi hiburan, tetapi juga budaya, ekonomi, dan identitas sosial.

Diskusi budaya ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya:

·         H. Wahid, S.Pd – Ketua PSSI Kota Tasikmalaya

·         Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya

·         Tatang Pahat – Budayawan Kota Tasikmalaya

Acara juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni oleh Amang Bolon, yang menambah nuansa budaya dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Ketua Komunitas Cermin sekaligus budayawan, Ashmansyah Timuah alias Acong, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat menikmati sepak bola dengan cara yang lebih cerdas dan reflektif.

“Sepak bola adalah milik rakyat. Melalui diskusi ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk memahami sepak bola tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai fenomena budaya dan industri. Mari datang dengan gembira, nonton dengan kecerdasan,” ujarnya.

Setelah sesi diskusi, kegiatan akan dilanjutkan dengan Nobar laga el clasico Indonesia Persib Bandung vs Persija Jakarta, yang selalu menyedot perhatian publik dan sarat dengan nilai historis serta rivalitas panjang.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang dialog yang sehat antara pecinta sepak bola, budayawan, dan masyarakat luas di Kota Tasikmalaya.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement