Ikuti Kami :

Disarankan:

DKKT dan Unsil Resmi Jalin Kerja Sama Riset Sejarah Lokal Tasikmalaya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:43 WIB
DKKT dan Unsil Resmi Jalin Kerja Sama Riset Sejarah Lokal Tasikmalaya
DKKT dan Unsil Resmi Jalin Kerja Sama Riset Sejarah Lokal Tasikmalaya. Foto: Istimewa

Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) resmi menjalin kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Siliwangi (Unsil) dalam bidang penelitian dan kajian ilmiah sejarah budaya Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT) resmi menjalin kerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Siliwangi (Unsil) dalam bidang penelitian dan kajian ilmiah sejarah budaya Kota Tasikmalaya.

Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara kalangan akademisi dan praktisi kebudayaan guna merawat ingatan kolektif serta menjaga identitas budaya daerah.

Kegiatan penandatanganan kerja sama dilaksanakan di Auditorium Gedung Muhammad Nu’man Somantri Unsil, Jalan Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Kamis (21/5/2026).

Acara tersebut turut disaksikan Wakil Dekan I FKIP Unsil Diana Hernawati dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan riset sejarah lokal, dokumentasi kebudayaan, pengarsipan tradisi masyarakat, hingga publikasi ilmiah yang berkaitan dengan sejarah dan dinamika budaya Kota Tasikmalaya.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua lembaga berharap lahir berbagai kajian yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga dapat menjadi referensi publik sekaligus bahan pijakan dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

Ketua DKKT, Tatang Suprihatna Sumpena atau yang akrab disapa Tatang Pahat, menilai kerja sama tersebut sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga denyut kebudayaan lokal di tengah arus modernisasi.

“Kerja sama ini menjadi ruang pertemuan antara akademisi dan pelaku kebudayaan. Sejarah bukan hanya soal masa lalu, tetapi cara sebuah bangsa memahami dirinya sendiri,” ujar Tatang.

Ia menjelaskan, Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unsil dikenal aktif mengembangkan kajian sejarah lokal serta publikasi akademik berbasis budaya daerah. Selain itu, program studi tersebut juga telah memiliki berbagai mitra kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi.

Menurutnya, kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ke depan, kerja sama ini direncanakan melahirkan berbagai agenda lanjutan seperti seminar sejarah budaya, penelitian bersama, diskusi publik, penerbitan buku, hingga digitalisasi arsip sejarah Kota Tasikmalaya,” ungkapnya.

Tatang menambahkan, di tengah derasnya perkembangan zaman, sebuah kota tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga harus menjaga ingatan sejarah, nilai, dan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat.

“Kota Tasikmalaya, dengan segala jejak sejarahnya, sedang berusaha menjaga agar akar itu tidak tercerabut dari tanahnya sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unsil, Zulpi Miftahudin mengatakan sejarah lokal tidak boleh berhenti menjadi cerita lisan yang perlahan hilang dimakan zaman.

Menurutnya, Tasikmalaya memiliki kekayaan sejarah, tradisi, seni, dan jejak peradaban yang perlu diteliti secara serius agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kita berharap hasil penelitian nantinya dapat memperkuat literasi sejarah masyarakat sekaligus menjadi bahan edukasi kebudayaan bagi generasi muda,” harap Zulpi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement