Ikuti Kami :

Disarankan:

Gunungan Sampah di TPS 3R Dadaha Bikin Pengendara Tutup Hidung dan Keluhkan Bau Menyengat

Jumat, 08 Mei 2026 | 13:55 WIB
Gunungan Sampah di TPS 3R Dadaha Bikin Pengendara Tutup Hidung dan Keluhkan Bau Menyengat
Gunungan Sampah di TPS 3R Dadaha Bikin Pengendara Tutup Hidung dan Keluhkan Bau Menyengat. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) kawasan Komplek Olahraga Dadaha semakin mengkhawatirkan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) kawasan Komplek Olahraga Dadaha semakin mengkhawatirkan. Sampah yang meluber hingga ke bahu jalan memicu keresahan masyarakat, terutama para pengendara dan warga yang datang untuk berolahraga di area tersebut.

Pantauan di lokasi pada Jumat (8/5/2026), sejumlah pengendara tampak menutup hidung saat melintas di sekitar TPS 3R. Tak sedikit pula yang mengeluhkan bau menyengat hingga merasa mual akibat aroma sampah yang menyebar ke jalan.

Salah seorang warga, Ranti, mengaku resah dengan kondisi tumpukan sampah yang dinilai semakin parah. “Dari jauh juga sudah tercium baunya. Saya kira sudah dibersihkan, ternyata malah makin parah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera menemukan solusi atas persoalan sampah yang kini tidak hanya terjadi di kawasan Dadaha, tetapi juga di sejumlah titik lain di Kota Tasikmalaya.

“Semoga ada solusi demi kenyamanan bersama. Apalagi Dadaha ini tempat olahraga yang seharusnya bersih dan nyaman untuk pengunjung,” katanya.

Sementara itu, salah seorang petugas TPS 3R, Usong Suryana, menyebut penumpukan sampah sudah berlangsung hampir dua pekan. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu minimnya armada pengangkut akibat pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

“Kendalanya katanya karena pembatasan BBM, jadi armada tidak bisa maksimal melakukan pengangkutan. Padahal cator sampah setiap hari terus masuk,” jelasnya.

Ia mengatakan sebelumnya sempat dilakukan pengangkutan menggunakan alat berat selama tiga hari, namun kini armada dan alat berat dialihkan ke lokasi lain yang juga mengalami penumpukan sampah.

“Sebelumnya sudah diangkut pakai alat berat, tapi sekarang dialihkan ke tempat lain,” ungkapnya.

Meski demikian, Usong optimistis penanganan sampah bisa cepat selesai apabila alat berat dan armada kembali difokuskan ke TPS 3R Dadaha. “Kalau alat berat dan armada lengkap, biasanya satu hari juga bisa beres,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, banyak warga dan pengendara mengeluhkan bau tidak sedap yang semakin mengganggu aktivitas di kawasan olahraga Dadaha.

“Banyak yang mengeluh. Bahkan ada pengendara yang sampai berteriak karena bau saat melintas,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement