Ikuti Kami :

Disarankan:

Hadirkan Opick Sunandar Sunarya dan 14 Dalang, Pasamoan Karya Fest Siap Guncang Kota Tasikmalaya

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:16 WIB
Hadirkan Opick Sunandar Sunarya dan 14 Dalang, Pasamoan Karya Fest Siap Guncang Kota Tasikmalaya
Hadirkan Opick Sunandar Sunarya dan 14 Dalang, Pasamoan Karya Fest Siap Guncang Kota Tasikmalaya.

Menyambut Hari Wayang Nasional 2026, Komite Budaya Kota Tasikmalaya menggelar Pasamoan Karya Fest di GCC Dadaha pada Sabtu (7/11/2026), gratis untuk umum.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2026, Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya bersiap menggelar perhelatan akbar Pasamoan Karya Fest pada Sabtu (7/11/2026) mendatang di area Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Rangkaian kegiatan seni kemasyarakatan ini dirancang meriah dengan menghadirkan pentas 14 dalang yang siap menyuguhkan pertunjukan terbaiknya. Tak hanya itu, agenda ini juga diwarnai dengan forum Gempungan Dalang dan Wiyaga se-Tasikmalaya Raya yang bakal dihadiri oleh dalang kondang tanah air, Opick Sunandar Sunarya.

Sederet seni pertunjukan khas Sunda turut disiapkan untuk menghibur masyarakat, mulai dari rampak angklung Lingkung Seni Ruas Katresna, kawih Sunda oleh Lingkung Seni Kembang Arunika, seni pencak silat Gadjah Putih Ciawi, hingga penampilan tari tradisional Sunda dari Keila Adzani Ayuri, Tjepi Sultoni, dan Ambu Midang.

Ketua Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya, Cevi Whiesa, menuturkan bahwa perhelatan Pasamoan Karya Fest merupakan bagian dari program kerja utama Gentra Loka Volume 11. Ia menggarisbawahi bahwa peringatan Hari Wayang Nasional ini menjadi gelaran tahunan kali kedua di Kota Tasikmalaya.

“Untuk wilayah Priangan Timur, Tasikmalaya merupakan kota pertama yang mengadakan Peringatan Hari Wayang dan tahun ini untuk kedua kalinya. Kita patut bersyukur, seni padalangan di kota ini tampaknya tetap hidup dan berkembang,” kata Cevi, Rabu (28/10/2026).

Cevi menjelaskan, terselenggaranya ajang ini berkat ikhtiar kolaborasi yang erat di antara para praktisi seni tradisional Tasikmalaya guna melestarikan dan menjaga eksistensi seni pewayangan Sunda.

“Pasamoan Karya Fest ini sepenuhnya hasil kolaborasi teman-teman seniman tradisi, khususnya padalangan. Pewayangan di Tasikmalaya ini memiliki rekam sejarah yang panjang, maka senantiasa kami yang tengah berkiprah hari ini, terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan eksistensi wayang golek,” ujarnya.

Sejarah Hari Wayang Nasional dan Rangkaian Acara

Sebagai penanda sejarah, UNESCO resmi menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003. Lima tahun berselang, tepatnya 4 November 2008, UNESCO memasukkan wayang ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dengan tajuk The Wayang Puppet Theatre.

Pemerintah Republik Indonesia kemudian mematenkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional secara resmi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

Gelaran Pasamoan Karya Fest di GCC Dadaha ini akan diawali dengan seremoni Gempungan Dalang dan Wiyaga, disusul pertunjukan atraktif Rampak 8 Dalang Cilik, serta ditutup dengan penampian pamungkas Rampak 6 Dalang Anom. Seluruh rangkaian kegiatan seni ini dapat dinikmati masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin