CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Kabupaten Ciamis berlangsung meriah di Lapangan Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Ciamis ini menjadi ajang memperkuat sinergi sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian di Tatar Galuh.
Pembukaan HKP dilakukan langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), serta ribuan petani, peternak, dan petambak dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.
Ketua KTNA Provinsi Jawa Barat, H. Otong Wiranta, mengapresiasi konsistensi Kabupaten Ciamis yang terus menyelenggarakan HKP secara swadaya dari tahun ke tahun. Menurutnya, semangat gotong royong para petani menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Ciamis merupakan salah satu daerah yang secara konsisten melaksanakan HKP dengan semangat swadaya. Mulai dari pembangunan stan hingga menampilkan berbagai produk unggulan dari setiap kecamatan. Ini menjadi bukti nyata kolaborasi dan kemandirian petani,” ujarnya.
Otong menilai sektor pertanian di Kabupaten Ciamis memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Konsistensi petani, peternak, dan petambak dalam meningkatkan produksi turut membantu menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan laju inflasi.
Selain menjadi ajang promosi hasil pertanian, HKP ke-54 juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif seperti sarasehan, temu usaha, hingga Lomba Kelompok Pencapir (Asah Terampil). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku pertanian untuk saling bertukar informasi, pengalaman, dan inovasi terbaru.
“HKP bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ruang belajar bersama agar petani tidak tertinggal perkembangan informasi dan teknologi di bidang pertanian,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, KTNA Jawa Barat juga memberikan penghargaan kepada Polres Ciamis atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya peningkatan budidaya jagung. Penghargaan diberikan setelah adanya peningkatan luas areal tanam jagung di Kabupaten Ciamis yang mencapai sekitar 30 persen berkat kolaborasi berbagai pihak.
Terkait ketersediaan pupuk bersubsidi, Otong memastikan distribusi tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, petani yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dapat memperoleh pupuk sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saat ini distribusi pupuk relatif lancar. Selama petani terdaftar di RDKK dan membawa identitas yang diperlukan, pelayanan di kios berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga melihat peluang pasar hasil pertanian Ciamis semakin terbuka melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Kedua program tersebut diyakini dapat memperkuat rantai pasok pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Petani Ciamis siap berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan program MBG, baik secara langsung maupun melalui KDMP. Sinergi ini sudah mulai berjalan dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa HKP tahun ini memiliki makna istimewa karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 yang mengusung tema Guyub Ngawangun Galuh.
Menurutnya, pembangunan sektor pertanian hanya dapat berhasil apabila didukung kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Tema ini mengandung makna bahwa pembangunan daerah, termasuk sektor pertanian, harus diwujudkan melalui semangat kebersamaan. Pertanian bagi masyarakat Ciamis bukan hanya sektor ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya Tatar Galuh,” ujar Herdiat.
Ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini, mulai dari alih fungsi lahan, perubahan iklim, hingga regenerasi petani. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi pertanian harus terus didorong agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
“Keberhasilan swasembada pangan tidak hanya diukur dari peningkatan produksi. Yang lebih penting adalah bagaimana petani menjadi lebih sejahtera, generasi muda tertarik terjun ke sektor pertanian, serta teknologi dapat dimanfaatkan secara luas untuk mendukung produktivitas,” tuturnya.
Menurut Herdiat, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan memberikan kepastian usaha bagi para petani.
Peringatan HKP ke-54 Kabupaten Ciamis turut dimeriahkan dengan berbagai stan pameran yang menampilkan potensi pertanian unggulan dari seluruh kecamatan, sekaligus menjadi sarana promosi hasil pertanian dan produk olahan lokal kepada masyarakat.