TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Tasikmalaya untuk menghidupkan kembali semangat dan nilai-nilai koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, usai memimpin apel gabungan peringatan Harkopnas tingkat Kota Tasikmalaya yang digelar di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (13/7/2026).
Menurut Viman, Kota Tasikmalaya memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan koperasi nasional karena pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Kongres Koperasi Indonesia pada tahun 1947. Karena itu, sejarah tersebut harus menjadi inspirasi untuk membangkitkan kembali peran koperasi di tengah masyarakat.
"Momentum Harkopnas ke-79 ini harus benar-benar dimaknai dengan tema Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya. Kota Tasikmalaya adalah tonggak sejarah koperasi tahun 1947. Jangan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi harus menjadi momentum untuk menggerakkan kembali semangat koperasi," ujar Viman.
Ia menjelaskan, berbagai instrumen pendukung Program Koperasi Merah Putih saat ini mulai terbentuk di Kota Tasikmalaya, baik dari sisi kelembagaan, kepengurusan, maupun sarana pendukung lainnya.
Menurutnya, hingga saat ini telah terbentuk 15 Koperasi Merah Putih serta struktur koperasi di 69 kelurahan yang siap mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
Namun demikian, Viman menegaskan bahwa keberadaan organisasi dan infrastruktur koperasi tidak akan berjalan optimal tanpa semangat gotong royong yang menjadi ruh utama gerakan koperasi.
"Program prioritas Presiden ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus diisi dengan spirit koperasi yang kuat, yaitu kebersamaan, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat," tegasnya.
Ratusan Koperasi Akan Diidentifikasi
Viman mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 905 koperasi yang terdaftar di Kota Tasikmalaya. Namun dari jumlah tersebut, hanya 494 koperasi yang masih aktif menjalankan kegiatan usahanya.
Untuk itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya akan melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap seluruh koperasi yang ada, mulai dari kondisi usaha, kesehatan keuangan, sumber daya manusia, hingga potensi pengembangannya.
Langkah tersebut dilakukan agar pemerintah dapat menyusun strategi pembinaan yang tepat dan mendorong koperasi menjadi lebih produktif serta berdaya saing.
Koperasi Pelopor Didorong Kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih
Dalam rangkaian peringatan Harkopnas 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga memberikan penghargaan kepada sejumlah koperasi pelopor yang dinilai berhasil berkembang dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.
Viman berharap koperasi-koperasi yang telah mapan tersebut dapat menjadi mitra sekaligus pendamping bagi Koperasi Merah Putih yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah.
"Koperasi yang sudah eksis dan berhasil harus berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih agar saling menguatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kerakyatan," katanya.
Selain itu, Pemkot Tasikmalaya juga mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari BUMD, BUMN, hingga badan wakaf untuk mendukung penguatan gerakan koperasi di daerah.
Menurutnya, seluruh program ekonomi kerakyatan harus terintegrasi dengan koperasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Revitalisasi Tugu Koperasi Dimulai 26 Juli
Pada momentum Harkopnas tahun ini, Kota Tasikmalaya juga bersiap melakukan revitalisasi kawasan bersejarah Kongres Koperasi Pertama Indonesia.
Viman menyebut peletakan batu pertama revitalisasi Tugu Koperasi dan gedung bersejarah Kongres Koperasi akan dilaksanakan pada 26 Juli 2026 bersama pemerintah pusat.
"Monumen ini bukan hanya akan dibangun kembali secara fisik, tetapi juga memiliki fungsi sebagai museum sejarah koperasi. Selain itu akan menjadi pusat inkubasi koperasi modern dan digital yang melibatkan generasi muda," jelasnya.
Ia berharap revitalisasi tersebut dapat menjadi simbol kebangkitan koperasi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya koperasi dalam pembangunan ekonomi bangsa.