Ikuti Kami :

Disarankan:

Identitas Mayat di Sungai Citanduy Tasikmalaya Terungkap Lewat Sidik Jari, Korban Warga Gareumpay Purbaratu

Selasa, 19 Mei 2026 | 17:27 WIB
Watermark
Identitas Mayat di Sungai Citanduy Tasikmalaya Terungkap Lewat Sidik Jari, Korban Warga Gareumpay Purbaratu. Foto: Kristian.

Identitas jasad pria yang ditemukan tewas tersangkut di bebatuan aliran Sungai Citanduy, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, akhirnya berhasil terungkap pada Selasa (19/5/2026). Kepastian identitas korban didapatkan setelah Tim

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Identitas jasad pria yang ditemukan tewas tersangkut di bebatuan aliran Sungai Citanduy, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, akhirnya berhasil terungkap pada Selasa (19/5/2026).

Kepastian identitas korban didapatkan setelah Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan pemeriksaan sidik jari terhadap jenazah di Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.

Berdasarkan hasil pengungkapan tim identifikasi, korban diketahui bernama Fiqri Legi Ansori (25), seorang buruh harian lepas yang merupakan warga Kampung Gareumpay RT 03/09, Kelurahan Sungkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Korban tercatat lahir di Bandung pada 31 Desember 2000 dan berstatus sudah menikah.

Sebelumnya, jasad Fiqri pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak memancing di sekitar aliran Sungai Citanduy pada Selasa pagi sekira pukul 09.30 WIB. Pihak Kepolisian Sektor Cibeureum yang menerima laporan warga langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan BPBD, TNI, Tim Inafis, Samapta, serta pihak kelurahan setempat.

Kapolsek Cibeureum Polres Tasikmalaya Kota, AKP Iwan Sujarwo, menjelaskan bahwa proses evakuasi jenazah dari dasar sungai berlangsung cukup dramatis dan membutuhkan perjuangan ekstra dari tim gabungan.

“Sangat luar biasa, petugas harus bekerja ekstra saat proses evakuasi. Medan menuju lokasi penemuan jenazah sangat curam dan berada di dasar aliran sungai. Tapi demi masyarakat, kami semua bersama-sama turun langsung,” ujar AKP Iwan.

Dari hasil pengecekan medis dan olah TKP sementara di rumah sakit, polisi menduga korban sudah meninggal dunia beberapa hari sebelum akhirnya jasadnya mengambang dan tersangkut di bebatuan sungai.

“Diperkirakan sudah dua sampai tiga hari,” kata Kapolsek.

Dengan terungkapnya identitas korban lewat metode pencocokan sidik jari ini, pihak kepolisian kini tengah melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga korban di Kecamatan Purbaratu mengenai proses penyerahan jenazah.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement